Kekayaan spesies terumbu karang dan ikan juga melimpah di sekitar pulau. Kondisi tersebut menjadikan Desa Wisata Derawan sebagai destinasi unggulan dalam peta wisata nasional.
Namun, Derawan menghadapi sejumlah tantangan serius, antara lain pencemaran laut, penumpukan sampah, abrasi pantai, keterbatasan air bersih, hingga persoalan kesehatan masyarakat. Untuk menjawab tantangan tersebut, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan program Genera-Z Berbakti dengan mengusung semangat perubahan yang digerakkan oleh generasi muda.
Dalam rilisnya ke Korankaltim.com, Senin (16/6/2205), Desa Wisata Derawan telah ditetapkan sebagai salah satu lokasi tujuan program Genera-Z Berbakti. Dua tim mahasiswa, yaitu dari Universitas Padjadjaran (UNPAD) dan Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), terpilih menjadi finalis untuk mengabdi di sana.
Tim UNPAD yang terdiri dari sepuluh mahasiswa lintas fakultas mengangkat tema “Strategi Wisata Bahari Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Pulau Derawan: Kolaborasi Komunitas dan Korporasi dalam Pengembangan Sit-on-Top Kayaking”. Mereka merancang strategi berbasis masyarakat untuk menghadirkan wisata bahari berkelanjutan sebagai sumber ekonomi yang ramah lingkungan, dengan menggunakan media kayak.
Tim UNPAD menyusun proposal dalam beberapa tahap, mulai dari survei, sosialisasi kepada warga, pemetaan titik wisata menarik, hingga pelatihan pemandu wisata dan pembentukan Standar Operasional Prosedur (SOP). Mereka berharap program ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat serta memberikan edukasi yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Sementara itu, tim UNSRAT yang juga beranggotakan sepuluh mahasiswa lintas jurusan mengusung tema “Derawan Sehat, Derawan Hebat: Bakti Nyata untuk Negeri”. Mereka mengajukan tiga program utama, yakni Bakti Mengalir, Bakti untuk Bumi, dan Bakti Cilik.
Tim UNSRAT mengarahkan Program Bakti Mengalir pada penyuluhan sanitasi dan instalasi sistem filtrasi air bersih menggunakan filter keramik dan UV Sterilizer. Melalui Program Bakti untuk Bumi, mereka mengembangkan inovasi pemilahan sampah berbasis IoT, pembuatan biogas satu tahap, dan produksi arang briket dari limbah serabut kelapa serta plastik.
Untuk mendukung kesehatan anak, mereka merancang Program Bakti Cilik yang mencakup penyuluhan stunting, permainan edukatif digital, pemantauan gizi dan imunisasi, serta demonstrasi memasak MPASI.
Genera-Z Berbakti bukan semata untuk menguji kompetensi mahasiswa, tetapi juga sebagai ruang kolaboratif untuk membentuk agen perubahan sosial. Mahasiswa akan berinteraksi langsung dengan masyarakat, mengasah kepemimpinan, serta mengembangkan inovasi sosial secara nyata.
Sebelum menjalankan program selama kurang lebih satu bulan di desa tujuan, para pemenang juga akan mengikuti sesi bootcamp sebagai pembekalan intensif. (*)