Amran mengatakan angka stok beras yang saat ini berada di gudang Perum Bulog tersebut itu berkat kerja keras bersama seluruh pemangku kepentingan pertanian nasional.
Oleh karena itu, Amran mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak mulai dari kepala dinas, penyuluh pertanian lapangan (PPL), jajaran TNI-Polri, hingga BUMN seperti Bulog dan Pupuk Indonesia atas dukungan mewujudkan capaian tersebut.
Selain stok, Mentan juga memaparkan bahwa produksi beras nasional melonjak 50–62 persen pada periode Januari hingga April tahun ini, berdasarkan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Amran menegaskan bahwa lonjakan produksi ini tak lepas dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang telah mengeluarkan Inpres dan Perpres untuk mempercepat peningkatan produksi pertanian.
Presiden mendorong perluasan akses pupuk, penyederhanaan regulasi, dan percepatan distribusi sarana produksi, yang berdampak positif terhadap hasil panen dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Ini berkat gagasan besar dari Bapak Presiden RI. Dalam 100 hari masa kepemimpinannya, beliau mengeluarkan Inpres dan Perpres, yang mempercepat petani memperoleh sarana produksi, terutama pupuk,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran aktif penyuluh dan kepala dinas pertanian di seluruh daerah, yang bekerja sama dengan baik dalam meningkatkan produksi beras.
Mentan menambahkan, situasi ini menjadi kebanggaan tersendiri, mengingat Indonesia mampu surplus beras saat negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, dan Jepang justru menghadapi krisis pangan dan lonjakan harga.
“Ketika negara sahabat mengalami kesulitan pangan, kita justru surplus. Ini prestasi besar bagi bangsa kita,” pungkasnya.
Editor: Erwin