“Teramati lima kali letusan dengan ketinggian kolom abu mencapai 800 hingga 2.000 meter dan berwarna kelabu,” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Lewotobi Laki-laki, Yohanes Kolli Sorywutun, dikutip dari Antaranews, Minggu (16/3/2025).
“Teramati lima kali letusan dengan tinggi 800 sampai 2.000 meter dan warna asap kelabu,” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Lewotobi Laki-laki Yohanes Kolli Sorywutun dikutip dari Antaranews, Minggu (16/3/2025).
Menurutnya, erupsi sebanyak lima kali itu tepat pada pukul 18.11 WITA, pukul 18.38 WITA, pukul 20.49 WITA, Pukul 21.39 dan pukul 23.10 WITA.
Berdasarkan pengamatan visual, Gunung Lewotobi Laki-laki terlihat jelas hingga kabut tipis pada skala 0-I. Asap kawah yang bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan ketinggian antara 200 hingga 500 meter di atas puncak kawah.
Dia juga menjelaskan terjadi sebanyak enam kali gempa hembusan dengan amplitudo 2.9 mm hingga 11 mm dan durasi selama 24 detik hingga 45 detik.
Selanjutnya, tercatat satu kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 1 mm, S-P 1.1 detik dengan durasi 12 detik, lalu satu kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 5.9 mm, S-P 9.3 berdurasi 32 detik serta satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 11 mm, S-P 15.2 berdurasi 49 detik.
Selama periode pengamatan, kondisi cuaca di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dilaporkan cerah hingga berawan. Angin bertiup dengan kecepatan rendah ke arah utara dan barat laut, sementara suhu udara berkisar antara 22 hingga 27 derajat Celsius.
Saat ini, Gunung Lewotobi Laki-laki berstatus Level III (Siaga). Oleh karena itu, warga dan wisatawan diingatkan untuk tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi, serta di wilayah barat daya hingga timur laut dalam jarak enam kilometer.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti arahan otoritas setempat, serta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, warga di sekitar gunung diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan, terutama di daerah yang dilalui aliran sungai dari puncak gunung, seperti Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Bagi mereka yang terdampak hujan abu, disarankan untuk mengenakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari risiko gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.
Editor: Erwin