Daryono menyarankan agar masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. "Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah," kata dia.
Menurut Daryono, hiposenter gempa M 6 yang terjadi di selatan Yogyakarta pada Jumat malam berada di bawah bidang kontak lempeng yang pecah. Lokasi ini adalah bagian slab atau lengan lempeng Indo-Australia. Hal ini menyebabkan getaran tanah terasa kuat. "Gempa ini sangat mirip gempa selatan Jawa Timur pada 10 April 2021 yang menimbulkan kerusakan di 16 kabupaten/kota di Jawa Timur," kata dia.
Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, gempa ini berdampak di Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kerusakan bangunan umumnya dalam skala ringan.
"Berdasarkan informasi terkini, 1 warga meninggal dunia dan 1 lainnya luka ringan di Kabupaten Bantul. Sedangkan di Kabupaten Tegal, Provinsi Jateng, 1 warganya luka ringan," kata dia, Jumat malam.
Data terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yogyakarta hingga pukul 23.30 WIB tecatat, di Kabupaten Bantul terdapat satu orang meninggal dunia dan 5 luka, sedangkan di Kabupaten Gunungkidul 3 luka, dan Kabupaten Sleman 3 luka.
Sedangkan kerusakan bangunan di wilayah Kota Yogyakarta mencapai 137 unit, terdiri dari 106 unit rumah, di mana 102 unit rusak ringan dan 4 unit rusak sedang. Fasilitas perkantoran yang rusak mencapai 12 unit, di mana 11 unit rusak ringan dan 1 unit rusak sedang. Sedangkan fasilitas ibadah yang rusak ringan sebanyak 5 unitfasilitas usaha 3 unit, fasilitas pendidikan 2 unit, dan fasilitas kesehatan 2 unit.
Editor: Maruly Zainuddin