Video itu jadi viral karena H Muhidin ternyata selama lima tahun jadi orang nomor satu di Banjarmasin tidak pernah membuka uang dari gaji, tunjangan, uang honor, perjalanan dinas, insentif dan lainnya yang diberikan kepadanya di dalam amplop yang jumlahnya ditaksir mencapai miliaran rupiah.
“Ini (uang dalam amplop) akan disumbangkan kepada masjid dan langgar di Kota Banjarmasin,” ujar H Muhidin di video tersebut.
Diketahui, pria yang menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalsel sejak Agustus 2021 itu selama menjalankan tugas di Balai Kota Banjarmasin menggunakan uang pribadi.
Diketahui selain jadi pejabat daerah, pria berusia 63 tahun itu juga seorang pengusaha tambang batu bara dan selalu menggunakan uang pribadi selama berdinas.
Dalam video itu terlihat amplop yang dibuka awalnya masih utuh dan dibuka dihadapan KH Muhammad Bakhiet (Guru Bakhiet), ulama terkenal dan berkharisma di Kalsel.
Muhidin membuka amplop itu dalam momen buka puasa bersama di rumahnya di Banjarmasin yang dihadiri para habaib, ulama dan jamaah Jumat (22/4/2022) malam atau bertepatan dengan 20 Ramadhan 1443 Hijriyah.
Tumpukan amplop berisi uang yang berkarung-karung dihitung bersama dan sesuai keinginan Muhidin langsung disumbangkan ke masjid, musala dan langgar di Banjarmasin.
Diperlukan mesin penghitung uang untuk memastikan jumlah uang dari amplop yang dibuka tersebut karena banyaknya uang yang terkumpul.
Dalam video itu terlihat H Muhidin mengenakan baju gamis mengatakan kumpulan uang dalam amplop itu merupakan uang dari gaji, tunjangan dan lainnya saat menjabat Walikota Banjarmasin selama lima tahun lalu.
Uang pecahan dari Rp 100 ribu, Rp 50 ribu hingga Rp 20 ribu dari dalam amplop dibongkar untuk dihitung ulang. Ada sekitar empat karung yang masih tersegel terdiri dari uang gaji, uang insentif, honorium, uang perjalanan dinas dan lainnya akan segera disumbangkan yang nilainya mencapai Rp3 miliar lebih.
“Semua uang ini akan saya sumbangkan untuk mushala, langgar dan masjid yang ada di Kota Banjarmasin,” kata H Muhidin dalam sambutannya dikutip Korankaltim.com dari video yang beredar tersebut Minggu (24/4/2022) hari ini.
“Uang dalam amplop ini saya kumpulkan karena selama menjabat jadi wakil wali kota Banjarmasin saya pakai uang pribadi untuk perjalanan dinas,” jelas H Muhidi.
Wakil Ketua DPW PAN Kalsel, Afrizaldi mengatakan uang yang terkumpul dari total gaji, tunjangan dan sebagainya dari H Muhidin akan segera disumbangkan ke musala, langgar dan masjid di Banjarmasin.
“Dari proposal yang masuk akan diseleksi, sehingga yang mana saja masjid, mushala atau langgar yang akan dibantu,” ucap Afrizaldi yang juga Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin dari Fraksi PAN itu.
Sosok H Muhidin disebutnya merupakan pemimpin daerah yang sesuai dengan pilihan rakyat, tak pernah berharap gaji atau tunjangan, semata-mata hanya untuk pengabdian bagi daerah.
Ppemimpin daerah memang harus berlatar orang yang kaya atau mampu dari segi perekonomian, sehingga tidak lagi harus mencari duit saat menjabat.
“Pemimpin semacam ini yang dibutuhkan Kalimantan Selatan,” tegas Afrizaldi.
Beredarnya video itu mengundang rasa simpati dari banyak orang. “Ternyata masih ada orang seperti itu,” kata seorang netizen. “Pemimpin seperti ini yang dicari, karena tak memikirkan diri sendiri tapi memikirkan umat,” ujar yang lainnya.
Ada juga yang berharap H Muhidin bisa jadi Gubernur Kalsel. “Mudahan tahun 2024 bisa jadi Gubernur,” tulisnya yang diaminkan netizen lainnya.
Editor: Aspian Nur