Sidang dihadiri sejumlah Duta Besar negara sahabat, Komisi VIII DPR, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG) Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Planetarium.
Sebelumnya Kemenag telah memantau 101 lokasi titik rukyatul hilal di seluruh Indonesia. Rukyatul hilal tersebut dilaksanakan Kanwil Kementerian Agama dan Kemenag kabupaten/kota, bekerja sama dengan peradilan agama dan ormas Islam serta instansi lain di daerah.
Di Samarinda, pantauan rukyatul hilal yang dilaksanakan di di Menara Asmaul Husna, Masjid Islamic Center tak terlihat.
Kakanwil Kemenag Kaltim, Masrawan menyampaikan seperti tahun sebelumnya, hilal belum terlihat ketinggian bulan karena ditutupi oleh awan dan kabut.
Masrawa mengimbau agar agar perbedaan awal puasa antara pemerintah dengan Muhammadiyah tak diperdebatkan.
"Perbedaan itu Rahmatan Lil Alamin. Jadi kalaupun nanti ada perbedaan kita tetap menghargai," imbuhnya.
Penulis: Faishal Ays
Editor: Supiansyah