Airlangga yang juga Menteri Koordinator Perekonomian RI ini mengucapkan selamat hari ulang tahun untuk Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang pada tanggal 1 September 2021 menginjak usianya ke-50 tahun. Dalam usianya yang panjang ini, CSIS telah menorehkan capaiannya sebagai lembaga kajian atau think thank terkemuka, bukan saja di Indonesia tetapi juga diakui keberadaannya di dunia internasional.
Hasil-hasil kajian dan riset CSIS telah terbukti mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam pengambilan keputusan strategis bangsa ini. Demikian pula, para pendiri, pembina dan para peneliti dikenal memiliki kiprah dan kontribusinya bagi negara kita, termasuk dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan hubungan internasional. Untuk itu, sekali lagi kami mengucapkan selamat kepada CSIS. “Semoga terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” katanya.

Airlangga mengawali pidatonya dengan menyampaikan sebuah kabar baik dan berita yang menyenangkan. Pada kuartal kedua barusan, pertumbuhan ekonomi mencapai angka 7,07 persen.”Angka ini sesuai dengan target yang diberikan oleh Presiden Jokowi, dan merupakan upaya bersama seluruh komponen bangsa kita,” katanya.
Dengan pertumbuhan ini, ujar Airlangga prospek pemulihan ekonomi Indonesia pasca- pandemi menjadi salah satu yang terbaik di Asia. “Pertumbuhan yang bagus ini membuktikan bahwa walaupun kita berada dalam situasi yang memprihatinkan akibat pandemi Covid-19, kita mampu dan terus berusaha untuk bangkit.
Dalam situasi terjepit, kita memiliki daya tahan yang tangguh, dengan rasa solidaritas yang tinggi, dengan simpati kemanusiaan yang besar, serta dengan kerja keras yang memang harus kita jalani,” ujarnya. Ia berharap tanda-tanda bagus dari sektor pertumbuhan ekonomi ini, masa depan yang lebih cerah dapat direbut kembali dengan melewati berbagai permasalahan yang kini tengah dihadapi bersama.
Selaku Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga mengatakan Pidato Kebangsaan yang bertema Demokrasi, Kebangsaan dan Kesejahteraan ini sungguh sangat relevan untuk terus dikemukakan agar arah bangsa menuju terwujudnya kesejahteraan rakyat yang menjadi cita- cita bersama menjadi kenyataan. Apalagi di saat menjelang peringatan Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan RI yang ke-76, menggaungkan semangat kebangsaan harus terus digelorakan disertai optimisme bahwa bangsa ini akan mencapai kesejahteraan menuju Indonesia maju.
Ia mengatakan Partai Golkar sesungguhnya telah memiliki Visi Negara Kesejahteraan 2045. Partai Golkar meyakini Indonesia akan menjadi negara maju dan sejajar dengan negara ekonomi besar lainnya di dunia. Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, membuat harus melakukan restarting dan rebooting tentang skenario untuk mewujudkan visi 2045 tersebut.
Hampir dua tahun, dunia dilanda pandemi Covid-19, termasuk di Indonesia. Berbagai upaya dan kerja keras telah dilakukan Pemerintah dan seluruh komponen bangsa untuk menekan penularan Covid-19 disertai dengan langkah-langkah untuk mengatasi dampak sosial- ekonomi dari yang ditimbulkan dari pandemi Covid-19. Tidak ada negara yang memiliki pengalaman dalam pengendalian Covid-19 ini. Apalagi saat ini muncul berbagai varian baru Covid-19 yang penularannya sangat cepat.
Berbagai kebijakan telah dikeluarkan pemerintah untuk menahan laju persebaran Covid-19 dan dampak sosial yang diakibatkannya. Program vaksinasi nasional terus digenjot pemerintah hingga ke pelosok-pelosok daerah. Penanganan kesehatan, penyediaan obat-obatan, fasilitas kesehatan dan perhatian terhadap para tenaga kesehatan terus diberikan. Kebijakan bantuan sosial dikeluarkan pemerintah dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokoknya.
Pemerintah juga mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menahan laju pelambatan ekonomi dengan berbagai stimulasi dan insentif bagi pekerja dan dunia usaha agar tetap bergairah. Pemerintah mengambil tindakan non-medis, yaitu memberlakukan Pembatasan kegiatan masyarakat di seluruh Indonesia dengan kasus tinggi sejak tanggal 5 Juli sampai dengan 22 Juli dan diperpanjang 2 kali hingga tanggal 9 Agustus 2021.
Di samping itu, pemerintah juga akan melakukan intensifikasi vaksinasi secara luas, meningkat dari rata-rata 1 juta pada bulan Juli menjadi rata-rata 2,5 juta per-hari pada bulan Agustus dan September 2021, sehingga kita sudah akan dapat menyuntikkan sekitar 220 juta dosis vaksin sampai dengan September 2021.
“Pengendalian pandemi secara terintegrasi ini diharapkan akan mengurangi kasus aktif ke tingkat yang bisa ditolerir dan memberikan ruang pelonggaran tekanan pada fasilitas kesehatan, Rumah Sakit, oksigen dan obat obatan. Seiring dengan pengurangan tekanan pandemi ini, maka kita pun akanbisa merelaksasi pembatasan kegiatan sehingga kegiatan ekonomi masyarakat bisa pulih kembali pada kwartal keempat tahun 2021,” katanya.
Menurutnya tanda-tanda ke arah membaiknya pemulihan ekonomi sudah terlihat positif dengan pertumbuhan ekonomi pada 7,07 persen pada kuartal kedua ini, sebagaimana sudah saya singgung tadi. Tentu kita berharap trend yang positif akan terus meningkat sehingga pemulihan ekonomi kita akan mempercepat kita untuk keluar dari krisis. (*/kk)
Diakhir pidato kebangsaannya, Airlangga membacakan dua buah pantun :
Dua sahabat lama tak jumpa
Bertemu bahagia di bawah lentera
Golkar dan CSIS selalu bersama
Membawa Indonesia menuju sejahtera
Bakar pisang di kota Yogya
Rasanya terkenang tiada tara
Golkar Menang Indonesia Jaya
Rakyatnya Senang Maju Sejahtera
Editor : Bambang Irawan