“Khusus di luar Jawa, BOR saat ini masih sekitar 70 persen dari fasilitas yang ada di rumah sakit. Rencananya kami tingkatkan hingga BOR bisa di kisaran 40 persen,” kata Airlangga, saat menjadi narasumber dalam acara Evaluasi Penerapan PPKM Berjenjang, di CNN Indonesia, Kamis (29/7/2021).
Menurut Menko Perekonomian ini, persediaan oksigen juga sudah diantisipasi dengan baik. Termasuk jika ada kekurangan yang muncul di suatu wilayah. Pasalnya di luar Jawa juga banyak daerah yang menjadi penghasil oksigen. Misalnya Pupuk Kaltim di Kalimantan Timur, Pusri di Sumatera Selatan dan Samator di Pulau Batam.
Selain dari dalam negeri juga sudah ada bantuan oksigen dari beberapa negara sahabat seperti Singapura, India dan Korea Selatan yang sudah didistribusikan ke berbagai daerah. Hal ini menjadikan pemerintah optimistis, Indonesia tidak akan mengalami kekurangan oksigen untuk pasien yang membutuhkan.
“Kami terus mengadakan reorganisasi logistik dan distribusi oksigen, ini dibantu dengan data yang ada Kemenkes. Kami akan terus monitor secara keseluruhan, dengan rumah sakit yang ada, kami juga terus jaga komunikasinya,” kata Airlangga.
Lewat sejumlah langkah ini, Ketua Umum Partai Golkar ini menyampaikan sanggup memastikan seandainya apabila di luar Jawa terdapat kekurangan fasilitas dan obat-obatan serta oksigen bisa segera tertangani dengan baik.
Sebagai penanggung jawab penanganan PPKM Berjenjang di luar Pulau Jawa dan Bali, Airlangga memastikan jika update itu selalu dilakukan secara real time lewat Kemenkes.
Selain itu pemerintah juga sudah membentuk Satgas COVID dan Satgas Oksigen. Bahkan seluruh rumah sakit yang ada diminta untuk menginput data sehingga bisa selalu termonitor dengan baik. (*/kk)
Editor: Aspian Nur