"Laporan Masyarakat di
Bidang Perekonomian tentu terkait langsung dengan Kementerian teknis.
Detailnya bisa disampaikan ke kami untuk selanjutnya kami fasilitasi
dengan mengkomunikasikan kepada Kementerian teknis dengan lebih cepat,"
kata Airlangga.
Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih menyatakan
selain memaparkan tentang pengaduan masyarakat di bidang perekonomian,
pertemuan ini diselenggarakan juga untuk membangun komunikasi khususnya
fungsi koordinasi.
“Pertemuan ini diharapkan bisa menjadi
langkah selanjutnya untuk melakukan koordinasi dan mengembangkan sinergi
agar kinerja Ombudsman RI dalam melaksanakan tugas pengawasannya bisa
lebih meningkat. Demikian juga koordinasi di bidang Kemenko
Perekonomian,” tutur Najih.
Pada kesempatan tersebut,
Ombudsman RI menyampaikan substansi Laporan Masyarakat pada bidang
perekonomian yang ditangani oleh Keasistenan Utama III Ombudsman RI dan
terdiri dari delapan substansi yaitu Perbankan, Asuransi, Perizinan,
Perdagangan dan Industri, Koperasi, Pajak, Penanaman Modal, Pengadaan
Barang, Jasa, Lelang.
Di sektor perbankan, masyarakat sering
mengadukan tentang restrukturisasi kredit. Selain itu kajian yang
dilakukan oleh Ombudsman RI dalam rangka pencegahan di bidang
perekonomian juga disampaikan dalam kesempatan tersebut.
“Kami
mengapresiasi kajian-kajian yang dilakukan oleh Ombudsman RI. Terkait
perbankan, khususnya restrukturisasi kredit, regulasinya general tetapi
penerapannya case by case antara bank dan nasabah. Selama pandemi
Covid-19 terjadi, Pemerintah sudah menaruh penjaminan dan subsidi,”
tegas Airlangga.
Selanjutnya, pada kesempatan yang sama
Airlangga menyampaikan perkembangan Covid-19 di Indonesia yang secara
umum perkembangan kasus konfirmasi harian dan kasus aktif masih
terkendali.
Tingkat Kasus Aktif 5, persen (lebih rendah dari
global 11,09 persen), tingkat kesembuhan 92,0 persen (lebih baik dari
global 86,83 persen), namun tingkat kematian 2,8 persen (masih sedikit
lebih tinggi dari global 2,07 persen). Kasus Aktif nasional, konsisten mengalami penurunan sebesar 48,6 persen dari puncak kasus (pada 5 Februari 2021).
Tentang
perkembangan ekonomi Menko Airlangga menyampaikan bahwa secara spasial,
sektor-sektor yang tumbuh positif adalah sektor Pertanian, Kehutanan
dan Perikanan; Pengadaan Listrik dan Gas; Pengadaan Air dan Pengelolaan
Sampah; Informasi dan Komunikasi; Jasa Keuangan dan Asuransi; Jasa
Pendidikan; Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial. (*/kk)
Editor: Aspian Nur