Meski begitu, Indonesia dinilai memiliki potensi pertumbuhan ekonomi syariah yang berkelanjutan dengan ekosistem yang kuat, akan memiliki peran besar dalam pertumbuhan ekonomi islami dunia.
Hal ini, tercermin dalam The State of Global Islamic Economy Report (SGIER) atau laporan ekonomi Islam global, yang diluncurkan Selasa (17/11/2020) kemarin.
Dalam rilis resminya, CEO Dinard Standard menyebut, laporan itu menyajikan kebangkitan Indonesia yang terus berlanjut memiliki ekosistem yang kuat untuk memungkinkan partisipasi besar dalam peluang pasar global multi-triliun ini.
"Ini juga salah satu yang paling menarik pasar untuk investor internasional saat ini,” ungkap CEO Dinard Standard, melalui keterangan tertulis, diterima Korankaltim.com, Rabu (18/11/2020).
Sementara, Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin yang me-launching SGIER secara virtual, menyebutkan, The State of Global Islamic Economy Report ini sudah masuk edisi ke 8. Menurut Wapres, SGIER ini merupakan acuan penting karena fokus memberikan analisis terkini perkembangan Islam global.
“Report ini mengetahui eksistensi Negara Islam saat ini. Peran ekonomi Islam di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang pesat karena produk Islam produk makanan halal, pariwisata, kosmetik, dan media rekreasi yang juga meningkat,” kata Wapres saat pembukaan.
Semua sektor tersebut, menurut Wapres menjadi bahan penilaian islamic indicator. Dan Indonesia menurutnya, masuk 10 besar dari indikator-indikator tersebut.
Dalam perkembangan industri halal, Indonesia mengalami peningkatan signifikan dibandingkan negara lainnya. Bahkan masa pandemi Covid-19 menjadi momentum kebangkitan ekonomi halal.
Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin menyatakan Indonesia menjadi produsen halal terbesar di dunia pada 2024.
Editor : Rusdi
Rilis Jaringan SMSI