Kronologis kejadian penusukan di Masjid Falahuddin, Tamin, Tanjungkarang, Pusat, Bandarlampung. berawal saat Ali Jaber baru saja meminta seorang anak untuk maju ke atas panggung. "Acara baru awal, saya panggil anak 9 tahun untuk tes bacaannya karena itu acara wisuda hafalan Al Quran, ketika selesai keluarga minta foto. Saat itu, ada seseorang pemuda lari ke atas panggung," ujar Ali Jaber.
Syekh Ali Jaber mengaku, beruntung saat itu dirinya sempat menangkis tusukan pemuda tidak dikenal itu. "Alhamdulillah, saya sempat melihat, kalau tidak mungkin tusukan bisa kena leher atau dada saya," katanya.
Syekh Ali mengalami luka dan langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk diberikan pertolongan. Pria yang menikam tertangkap oleh para peserta kajian yang ada di dalam masjid tersebut, yang langsung membawa pelaku ke kepolisian.
Pelaku penusukan adalah A Alfin Adrian (24) warga Jalan Tamin gang Kemiri, Suka Jawa. Pelaku langsung diamankan oleh panitia dan langsung diinterogasi oleh panitia. Dari keterangan orangtua pelaku, disebutkan pelaku sudah 4 tahun mengalami gangguan kejiwaan. Alfin dikabarkan sudah empat tahun mengalami gangguan kejiwaan akibat ditinggal ibunya keluar negeri menjadi TKW di Hongkong.
"Ya pelaku penusukan telah diamankan di Polsek bersama barang bukti pisau dapur. Soal kabar pelaku mengalami gangguan jiwa masih kita dalami. Kemungkinan kasus penusukan terhadap Syekh Ali Jaber ini akan diambil alih Polresta Bandarlampung penanganan perkaranya, " kata Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad.
Beberapa pihak pun menyayangkan adanya penusukan terhadap ulama kharismatik Syekh Ali Jaber. Menkopolhukam Mahfud MD meminta polisi mengusut secara adil dan transparan. Polisi juga diminta jelaskan motif penyerangan brutal tersebut. Ketua Dewan Pertimbangan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin meminta polisi tak mudah menyimpulkan bahwa pelaku mengalami gangguan kejiwaan. Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti menyampaikan rasa prihatinnya. Mu'ti pun menilai penyerangan tersebut sebagai sebuah perbuatan jahiliah.
Bahkan, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyebut bisa saja penyerangan terhadap Syekh Ali Jaber terencana. “Mengecam keras penusukan terhadap Syekh Ali Jaber,” kata Zulkifli melalui akun twitter @ZUL_Hasan “Saya meminta aparat untuk mengusut tuntas motif dibalik penusukan ini “Sangat mungkin kejadian ini terencana, dan rasanya tidak mungkin dilakukan orang gila, tidak waras,” tegasnya.
Zul mengungkapkan dirinya sempat bertemu di bandara dengan Syekh Ali Jaber beberapa waktu lalu, saat ia berada di Lampung. “Beliau sangat antusias menceritakan rencana tiga hari di Lampung untuk safari dakwah,” ungkapnya. “Kita doakan bersama semoga Syekh Ali Jaber segera sembuh dan pulih untuk melanjutkan tugas mulianya menyampaikan siar Islam. Amin,” tulisnya lagi.
Sementara Ustaz Abdul Somad berharap dengan kejadian ini, Allah SWT mengangkat derajat Syekh Ali Jaber. “Semoga Allah mengangkat derajat mereka (Syekh Ali Jaber dan Syekh Muhammad Saleh Jaber,” tulis UAS di akun Instagram resmi miliknya.
Selama kenal dengan Syekh Ali Jaber, UAS memiliki kesan ulama asal Madinah yang sudah jadi WNI itu merupakan pendakwah yang santun. UAS menyebut Syekh Ali dan Syekh Muhammad sama-sama penghafal Alquran dan sama-sama punya akhlak terpuji. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di viva.co.id hari Senin 14 September 2020 dengan judul Fakta-Fakta Penusukan Syech Ali Jaber