Pemilihan Ketua Umum Partai Gerindra ini dilakukan dalam Kongres Luar Biasa Partai Gerindra yang digelar di Hambalang, Bogor pada Sabtu, 8 Agustus 2020.
Saat menyampaikan laporan pertanggungjawaban DPP Partai Gerindra 2015 - 2020, Prabowo menyebut, sejumlah pencapaian partainya selama ini bukan karena faktor ketokohannya. Dia mengklaim, raihan positif itu karena para kader Gerindra mau mendengar suara rakyat.
Dilansir dari Bisnis Indonesia, Prabowo berseloroh, menurutnya, kalau hanya mengandalkan ketokohan, maka masih banyak ketua umum partai yang lebih kaya, ganteng, atau berkuasa.
"Lebih hebat, lebih ganteng, lebih banyak uang, punya stasiun televisi, punya ini, itu, dan sebagainya," katanya, dikutip Korankaltim.com, dari Bisnis Indonesia, Minggu (9/8/2020).
Prabowo memamerkan sejumlah capaian, selama lima tahun terakhir. Misalnya saja perolehan suara Gerindra pada pemilu 2019 naik 2,7 juta suara ketimbang 2014.
Dengan raihan itu maka Gerindra sukses punya 78 kadernya di DPR RI. Capaian tersebut naik 6,85 persen dari perolehan pemilu 2014 lalu, yaitu 73 kursi DPR RI.
Tapi, lagi-lagi ia mengatakan bahwa dirinya bukan apa-apa dibanding banyak ketua partai lain.
"Ada juga ketua umum partai yang bintangnya lebih banyak dari (ketua umum) kalian (Gerindra). Aku dari kecil pengin bintang empat, dikasih bintang tiga, ya terima kasih ya kan, lumayan," ungkapnya.
Terkait capaian Gerindra, Prabowo juga membakar semangat kader partai dalam agenda tersebut.
"Kalau kita lebih piawai lagi, kalau kita lebih lihai lagi, kalau kita silatnya lebih indah lagi, mungkin suara bisa lebih. Tetapi ini adalah hasil jerih payah, hasil kerja keras," tutur Prabowo.[]
Editor : Rusdianto
*Berita/artikel ini sudah tayang di Bisnis Indonesia.com, dengah judul Didapuk Ketum Gerindra 2020 - 2025, "Prabowo Memilih Merendah" pada Sabtu 8 Agustus 2020.