Peristiwa bermula ketika korban bersama sejumlah rekannya beraktivitas di tepi sungai. Situasi yang semula normal mendadak berubah panik saat korban berteriak meminta pertolongan. Salah seorang saksi sempat berupaya menarik tubuh korban, namun gagal karena kuatnya tarikan dari dalam air.
Tak lama kemudian, seekor buaya muncul ke permukaan dan terlihat menggigit bagian pundak korban sebelum menyeretnya ke semak bambu di tepi sungai.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan pencarian secara manual di sekitar lokasi. Setelah lebih dari tiga jam pencarian, korban akhirnya ditemukan pada pukul 17.30 Wita, sekitar 40 meter dari titik awal kejadian.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Seorang warga nekat melempar tombak ke arah buaya hingga hewan tersebut melepaskan tubuh korban. Korban kemudian berhasil dievakuasi ke daratan.
Personel Polsek Bengalon yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk membantu penanganan serta mengamankan area kejadian. Kehadiran petugas memastikan situasi tetap kondusif di tengah kepanikan warga.
“Anggota kami bergerak cepat menuju lokasi untuk membantu proses evakuasi korban begitu mendapat informasi dari masyarakat,” ujar Kapolsek Bengalon, AKP Asriadi.
Ia juga mengingatkan, kawasan tersebut memang dikenal sebagai habitat buaya dan telah beberapa kali diperingatkan kepada warga. Lokasi ini sebelumnya sudah diberi imbauan larangan beraktivitas di sungai karena rawan serangan buaya.
Meski korban sempat dilarikan ke Puskesmas terdekat namun tidak berhasil diselamatkan. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di pemakaman Muslim Gunung Kudung.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan serius bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di perairan yang berpotensi menjadi habitat satwa liar berbahaya.
“Kami minta masyarakat benar-benar memperhatikan keselamatan dan tidak mengabaikan peringatan yang ada,” tegasnya.
Editor: Erwin