Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 WITA di Jalan Poros Mulawarman, RT 02 RW 01. Saat itu, kawasan permukiman tergenang banjir hingga ke halaman rumah warga. Firman diketahui bermain air bersama tiga temannya, yakni Indra (5), Rafa (8) dan Meisya.
Insiden bermula ketika Firman berenang di bagian halaman yang cukup dalam. Seekor buaya tiba-tiba muncul dari air keruh dan langsung menggigit kaki kanan bocah kelas IV SD tersebut.
Mendengar teriakan minta tolong, Ernawati langsung keluar rumah dan tanpa ragu terjun ke genangan banjir untuk menarik tubuh cucunya.
“Saya hanya ingin cucu saya selamat, tidak sempat berpikir apa pun saat itu,” ujar Ernawati.
Upaya penyelamatan sempat berlangsung dramatis. Ernawati dan buaya terlibat tarik-menarik hingga gigitan di kaki Firman akhirnya terlepas. Namun, buaya kembali menyerang dan menggigit tangan kanan Ernawati.
Situasi berubah setelah seorang saksi, Fatmawati (44) datang membawa alat dan memukul buaya hingga satwa liar itu melepaskan gigitannya lalu menghilang.
“Kami panik, yang penting bagaimana buaya itu melepaskan korban,” ucap Fatmawati.
Mendengar insiden tersebut, Kapolsek Bengalon, AKP Asriadi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan para saksi.
“Seketika itu juga kami turunkan anggota untuk memastikan situasi aman dan korban mendapat pertolongan cepat,” jelasnya.
Kedua korban selamat namun mengalami luka robek cukup serius. Firman menderita luka gigitan di kaki kanan, sementara Ernawati mengalami luka di tangan kanan. Keduanya langsung dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Elisabeth untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
“Harus lebih waspada selama banjir melanda kawasan permukiman. Kami minta orang tua lebih ketat mengawasi anak,” pungkasnya.
Editor: Erwin