Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menekankan agar pihak terkait terus menggencarkan upaya pemadaman Karhutla serta menyosialisasikan larangan membakar hutan dan lahan di wilayah masing-masing.
"Seluruh pihak perlu terus bersinergi dalam upaya pencegahan, mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan," ujar Ardiansyah saat pelaksanaan apel gelar pasukan, Rabu (13/8/2025).
Ia juga meminta instansi terkait melakukan penyusunan rencana dan memastikan ketersediaan sarana dan prasarana memenuhi.
"Simulasi ini untuk melihat sejauh mana persiapan dan ketersediaan peralatan yang dimilki tim di lapangan," ujarnya.
Sementara, Kepala BPBD Kutim, M Idris Syam menyebutkan, saat ini ada tiga kecamatan masuk lokus kategori bahaya tinggi Karhutla yakni, Bengalon, Muara Bengkal dan Kaliorang.
"Sementara lima belas Kecamatan lainnya berada pada kategori bahaya sedang. Saat ini memasuki musim kemarau rawan terjadinya Karhutla," bener dia.
Sehingga dalam penanganan perlu dilakukan secara cepat, tepat dan sesuai prosedur. Dalam penanggulangan bencana Karhutla dengan pendekatan kolaboratif yang tentunya perlu melibatkan semua unsur.
"Bagi siapapun yang melakukan pembakaran hutan dan lahan harus menerima konsekuensi hukum," pungkasnya.
Editor: Erwin