Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menutup perhelatan tahunan ini dan mengapresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan MTQ ini.
“MTQ bukan hanya sekadar ajang lomba, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah antar masyarakat Kaltim,” ujar Seno Aji.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan MTQ sebagai momentum menanamkan nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kesempatan itu, Seno Aji berpesan agar para peserta yang akan mewakili Kalimantan Timur pada MTQ tingkat nasional dapat mempersiapkan diri secara maksimal.
Pada penutupan tersebut, Kabupaten Kutai Timur selaku tuan rumah berhasil meraih gelar juara umum dengan perolehan skor tertinggi, yakni 627 poin. Peringkat kedua diraih Kutai Kartanegara dengan 424 poin, disusul Samarinda (419 poin) dan Bontang (294 poin). Sementara Kafilah Penajam Paser Utara (PPU) menempati peringkat delapan dari sepuluh kabupaten/kota yang berpartisipasi.
Sekretaris Daerah PPU Tohar menyampaikan rasa bangganya atas perjuangan para peserta.
“Kami bangga atas semangat dan dedikasi kafilah serta pelatih PPU yang telah mengikuti seluruh rangkaian MTQ. Ke depan, kita akan terus berupaya membina potensi generasi Qur’ani di daerah agar prestasi kita semakin meningkat di tingkat provinsi maupun nasional,” ungkapnya.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman berharap semangat Alquran terus menjadi spirit dalam membangun masyarakat.
“Dengan berakhirnya pelaksanaan MTQ ke-45 ini, semangat membumikan Alquran di Kalimantan Timur diharapkan terus tumbuh dan berkembang, termasuk di Kabupaten Penajam Paser Utara yang berkomitmen membina generasi Qur’ani demi masa depan daerah yang religius, berbudaya, dan berprestasi,” tuturnya.
Editor : Aspian Nur