Di tingkat agen maupun di pangkalan, stok gas elpiji tiga kilogram terbatas dan sudah terjadi sebelum Hari Raya Iduladha 1444 Hijriyah lalu.
Fadhil, seorang keryawan Agen PT Haedir Ismail Bersaudara menjelaskan adanya kebijakan Pertamina yang tidak melakukan distribusi saat hari libur nasional.
"Setiap tanggal merah mereka libur tidak membuka pelayanan dan distribusi hingga banyak tabung kosong yang menumpuk," jelas Fadhil kepada Korankaltim.com saat ditemui di gudangnya Jumat (30/6/2023) sore tadi.
Agen pun mendistribusikan ke beberapa pangkalan yang ada dengan kuota yang telah ditentukan. Rata-rata pangkalan mendapat jatah sebanyak 80-100 tabung perharinya.
"Tiap malam kami bongkaran. Masing-masing pangkalan mendapat jatah berbeda-beda tergantung jumlah permintaan yang diajukan," jelas Fadhil lagi.
Ditingkat agen, harga eceran tertinggi (HET) LPG Subsidi seharga Rp19 Ribu per tabung namun setelah didistribusikan ke tingkat pangkalan untuk harga jual berkisar Rp21 Ribu per tabung.
"Memang jelang Iduladha lalu kabarnya ada yang menjual seharga Rp40 Ribu pertabung itu hanya di tingkat pedagang eceran ," sebutnya.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau agar membeli sesuai kebutuhan tidak ada istilah untuk cadangan karena stok terbatas dan semua bisa mendapat jatah yang sama. Hanya saja budaya panik merasa takut kehabisan terkadang sulit dikendalikan.
"Satu kepala keluarga cukup beli satu tabung saja karena kami di agen tidak bisa melayani secara langsung harus lewat pangkalan," tutup Fadhil.
Editor: Aspian Nur