Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan gempa pertama terjadi dengan kekuatan Magnitudo (M) 4,3. Titik gempa bumi berada di 1,10 lintang utara, dan 117,86 bujur timur. Pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer.
Sementara gempa kedua berkekuatan Magnitudo (M) 4,4. Titik gempa berada di 1,00 lintang utara, dan 117,92 bujur timur. Pusat gempa berada di kedalaman 11 kilometer.
Tamrin warga Sangkulirang mengaku merasakan tiga kali guncangan yang terjadi sekitar pukul 00.13-00.24 WITA.
"Kami sudah tiga kali merasakan getaran. Walaupun yang ketiga kalinya ini guncangannya kecil," kata Tamrin kepada Korankaltim.com saat memberikan keterangan tertulis pada Selasa (6/6/2023).
Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur, gempa pertama terjadi di koordinat 0.82 Lintang Utara dan 118,28 Bujur Timur.
Dengan pusat gempa berada di laut 118 Km Timur Laut Bontang, atau berjarak 85 Km dari Sangatta Utara. Pada kedalaman 11 Km.
Sedangkan gempa susulan terjadi di titik koordinat 1.00 Latitude dan 117.92 Longitude, atau berjarak 65 Km dari Sangatta Utara di kedalaman 13 Km.
"Titik gempa berada disekitar perairan Kecamatan Sangkulirang dan Sandaran," jelas Kepala BPBD Kutim, M Idris Syam.
Pihaknya memastikan tidak ada kerusakan material yang ditimbulkan atas penomena alam tersebut.
Beberapa kecamatan yang merasakan getaran gempa di antaranya, Kecamatan Sangkulirang, Sandaran Kaliorang dan Kaubun.
"Kami terus monitor laporan warga. Memang pusat gempa berada wilayah pesisir hingga beberapa daerah sekitar turut merasakan getaran gempa," sebut Idris.
Editor Aspian Nur