Dari pantauan Korankaltim.com di lapangan hari ini, beberapa ruas jalan juga permukiman warga yang terdampak banjir, seperti di Jalan Margo Santoso, Sepakat, Inpres, Sulawesi, Dayung dan APT Pranoto.
Tak pelak kondisi itu membuat warga panik karena khawatir terjadi banjir besar seperti yang sudah terjadi Maret 2022 tahun lalu.
"Hujan deras membuat debit air tinggi dan menggenangi beberapa rumah warga di sepanjang Jalan Margo Santoso. Rumah saya juga ikut terdampak," kata seorang warga setempat.
Terlihat seorang pedagang sayuran yang mengamankan pisang dan kelapanya dari genangan air, ada juga warga yang terus berjaga-jaga di halaman rumah untuk memastikan air tidak sampai masuk ke dalam rumah.
Terkait hal ini, Kabid kadaruratan, Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur Muhammad Naim mengatakan curah hujan tinggi bisa mengakibatkan potensi banjir di titik-titik rendah atau tempat yang sebagian besar terdapat rawa dan tak punya aliran drenase yang baik.
"Genangan air juga berpotensi memberikan gangguan terhadap aktivitas masyarakat seperti pemilik toko dan warung," kata Naim.
Genangan air hujan yang bercampur air parit juga sampah yang terendam air perlu diantisipasi karena hal itu berpotensi memberikan dampak penyakit.
Diprediksi debit air air akan berangsur-angsur surut. Berdasarkan pantauan BPDB Kutai Timur beberapa titik yang tergenang sudah mulai surut.
"Tetap perlu waspada di beberapa titik yang rawan terhadap banjir karena debit air sungai dan rawa berpotensi meluap," sebut Naim.
Editor: Aspian Nur