“Harus segera ditangani agar tidak menghambat akses transportasi. Khawatirnya jika lama dibiarkan justru memakan korban,” kata Ardiansyah, Kamis (16/4).
Ia juga meminta agar kerusakan jalan itu dikoordinasikan dengan perusahaan yang ada di sekitar kawasan itu agar turut membantu menangani kerusakan, mengingat di sekitar jalan tersebut terdapat aktivitas pertambangan.
“Dalam waktu dekat harus cepat ditangani agar mobilitas masyarakat tetap lancar dan aman,” pinta Ardiansyah.
Sebagaimana diketahui, akses Jalan poros Sangatta-Rantau Pulung tepatnya di kilometer (km) 30 kondisinya memprihatinkan. Pasalnya, jalan mengalami longsor sehingga pengendara yang melintas harus waspada.
Menanggapi kerusakan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mengaku akan segera melakukan perbaikan sementara guna mengantisipasi pengendara terperosok masuk ke jurang serta mengurai antrean.
“Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan perbaikan sementara sembari menunggu respons dan bantuan penanganan dari pihak perusahaan sebagai area penanggungjawab operasional,” sebut Kadis PU Kutim, Muhir.
Sebagai informasi, diperkirakan area longsor sepanjang 20 meter dari kedua sisi. Meskipun tidak putus total, namun kendaraan besar diimbau agar tidak melewati akses tersebut.
“Kami tetap melakukan perbaikan tapi juga minta partisipasi pihak ketiga untuk membantu penanganan. Kemampuan kami terbatas jadi alangkah baiknya adanya kolaborasi,” bebernya.
Pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap bersabar sebab pihaknya akan melakukan upaya agar proses perbaikan akses jalan tersebut.
“Memang jalan akses ke Rantau Pulung rentan mengalami kerusakan baik tanah longsor, amblas dan berlubang. Sudah sering kami melakukan penanganan jalan wilayah tersebut,” bebernya.
Pihaknya pun mengaku sudah melakukan koordinasi dan bersepakat dengan perusahaan mengenai perbaikan jalan tersebut.
“Kesepakatan hasil koordinasi sehingga perbaikan terbagi dua sisi. Kalau sisi kiri kami yang akan kerjakan. Sementara sisi bagian kanan akan dikerjakan oleh perusahaan,” sebutnya.
Untuk mempercepat bantuan, pihaknya bersurat ke perusahaan untuk bersama-sama melakukan perbaikan sebagai tanggung jawab area operasional.
“Kami selalu siap, tinggal respons dan komitmen perusahaan aja lagi kami tunggu untuk membantu,” tukasnya.
Penulis: */Zulhamri
Editor: Supiansyah