Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur terus mengerahkan personel dan memaksimalkan kemampuan untuk mengevakuasi warga yang terdampak dan perlu bantuan evakuasi.
Kepala BPBD Kutim Syafruddin melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Awang Ari Jusnanta kepada Korankaltim.com hari ini menjelaskan, mereka masih melakukan pemantauan ketinggian debit air karena hasil pendataan, sudah ribuan kepala keluarga (KK) yang terdampak terutama di Kecamatan Sangatta Utara dan Selatan.
"Warga yang telah dievakuasi langsung dibawa ke tenda pengungsian. Ada beberapa posko yang kami sediakan," sebut Awang.
Dapur umum juga sudah dibangun dibeberapa titik, sehingga warga dipersilahkan mendatangi yang terdekat. Apabila terjebak dan tidak bisa keluar rumah bisa langsung menghubungi petugas.
"Warga terdampak di Desa Sangatta Utara ada 3.937 KK atau sekitar 15.004 jiwa, di Desa Singa Gembara 175 KK atau sekitar 500 jiwa," sebut Awang.
Sementara untuk di Kecamatan Sangatta Selatan, Desa Sangatta Selatan terdapat 359 KK atau sekitar 1.192 jiwa yang terdampak.
"Kami himbau warga yang rumahnya sudah ada tanda mau masuk air segera mengamankan barang barang dan persiapkan diri ke tempat aman," ucap Awang lagi.
Diperkirakan debit air bakal naik sebab curah hujan tinggi dan kiriman air dari hulu sungai Sangatta.
"Tetap siaga dengan musibah banjir ini. Semoga kita semua dalam kondisi aman dalam kondisi darurat ini," harap Awang.
Penulis: Zulhamri
Editor: Aspian Nur