Pemilik LCT, Aspian Nur mengakui telah mengangkut sebanyak enam unit truk bermuatan TBS dari Ronggang menuju pelabuhan PT HAL berlokasi di Desa Pelawan.
"Hanya satu unit truk saja berhasil di selamatkan. Sementara lima unitnya lainnya tenggelam dan proses evakuasi," sebutnya.
Kejadian tersebut diduga karena kapal tidak diikat dan sudah menurunkan truk muatan dengan memakai kekuatan mesin.
"Untuk aktivitas mengangkut truk bermuatan TBS sudah rutinitas hari-hari. Namun saat bongkar tidak seimbang sehingga terjadi oleng hingga terbalik," sebutnya.
Penanganan musibah tersebut telah ditangani oleh Polairud dan Polsek Sangkulirang. Untuk proses evakuasi akan terus dilanjutkan pada keesokan harinya.
Dikonfirmasi terpisah, anggota Syahbandar Sangkulirang M Sofian menjelaskan secara teknis muatan LCT masih sesuai standar. Hanya saja seharusnya saat melakukan muat truk ke LCT diikat menggunakan lashing.
"Tidak ada lashing untuk mengikat truk, jadi saat bongkat muat terjadi oleng dan tidak ada keseimbangan,” ulasnya.
Kejadian terbaliknya LCT yang memuat truk pengangkut TBS ini merupakan yang pertama di Sangkulirang.
Beruntung dalam musibah tersebut tidak ada korban jiwa, namun lima truk dengan muatan penuh TBS ikut tenggelam dan tertindis badan LCT.
"Hasil pengecekan bahwa untuk korban jiwa nihil dengan jumlah ABK sebanyak empat orang dan person on boat (POB) atau supir truk pengangkut kelapa Sawit enam orang selamat," tukasnya.
Penulis: Zulhamri
Editor : Bambang Irawan