Kepala BPBD Kutim, Syafruddin melalui Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan dan Kesiapsiagaan, Awang Ari Jusnanta menuturkan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti masak dan minum hingga memberi jatah air bersih.
"Jadi untuk satu kepala keluarga (KK) jatah sebanyak dua galon per hari untuk memenuhi kebutuhan minum dan masak," sebutnya.
Sejumlah relawan juga sudah disebar di beberapa titik desa yang mengalami banjir untuk mengawasi kondisi warga dan membantu proses pendistribusian. Pihaknya juga dibantu relawan dari Banser Bengalon dalam pendistribusian air bersih.
"Kami menyuplai air bersih melalui relawan-relawan yang sudah ditugaskan di setiap titik desa. Semoga air cepat surut," harapnya.
Selain itu, untuk memastikan jaringan listrik aman tim gabungan bersama pihak PLN mengecek ke rumah warga yang debit airnya mengalami kenaikan untuk mengantisipasi terjadi arus pendek dan korsleting.
"Untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan tim memadamkan jaringan listrik," sebutnya.
Namun, tidak semua rumah dipadamkan meski ada tiga desa yang sempat dimatikan, karena debit air sangat tinggi, jadi trafo dimatikan khususnya di Desa Sepaso Timur, Sepaso Selatan, dan Sepaso Induk.
"Jadi arus listrik yang sempat dimatikan yang memang sangat mengkhawatirkan atau rumah penduduk yang airnya telah mendekati aliran listrik di rumahnya," bebernya.
Pihaknya hingga saat ini terus memantau debit air serta kesehatan masyarakat. Hal tersebut dilakukan, untuk memastikan masyarakat yang terdampak banjir dalam keadaan aman.
"Usai dilakukan pengecekan beberapa rumah saat ini listrik telah menyala. Saat ini arus listrik ke rumah warga telah normal kembali," tutupnya. (*/kk)
Penulis: */Zulhamri
Editor : Bambang Irawan