Dampaknya, arus lalu lintas di jalan penghubung kecamatan tersebut menjadi macet. Trailer tersebut terjebak jejak pagi hingga mengakibatkan antrean panjang kendaraan.
Sebelumnya, pada titik lain di jalan poros itu juga pernah mengalami amblas.
Kejadian kali ini disorot oleh Anggota DPRD Kutim, Masdari Kidang yang menyaksikan langsung kejadian tersebut. Dalam video yang diunggah, ia berharap agar pemerintah segera bertindak.
“Mohon segera ditanggapi. Ini lima kilo meter lebih antrean dari arah Bengalon ke Kota Sangatta,” ujarnya.
Ia meminta agar pemerintah segera melakukan tindakan perbaikan agar masyarakat tidak mengalami hambatan atau kesulitan. “Pemerintah kabupaten segera tanggap dengan permasalahan ini,” timpalnya.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman langsung mengecek titik jalan rusak itu. Saat tiba di lokasi, tepatnya di km 26, didapati jalan dengan kondisi longsor, diperparah adanya kendaraan pengangkut alat berat yang terjebak.
Ardiansyah pun meminta Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Kutim segera mengambil tindakan, memperbaiki jalan itu.
“Saya sudah perintahkan untuk segera memperbaiki,” tegasnya.
Untuk diketahui, kondisi jalan tersebut amblas sedalam 20 meter. Di lokasi yang sama, Kadis PU Kutim M Muhir mengungkapkan, pihaknya melakukan koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kaltim. Termasuk dengan perusahaan tambang guna melakukan evakuasi kendaraan yang terjebak di longsoran tersebut. “Alat berat sudah dalam perjalanan, mudah-mudahan hari ini bisa selesai dan jalan sudah bisa dilewati,” bebernya.
Jalan amblas tersebut diduga karena kontur tanah yang labil, ditambah hujan yang sering terjadi beberapa hari belakangan ini.
“Diperparah dengan intensitas kendaraan yang cukup banyak melewati jalan. Ditambah kendaraan melintas ada yang melebihi kapasitas,” tandasnya.
penulis : */Zulhamri
Editor : Bambang Irawan
Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak Senin tanggal 29 November 2021