Ia diketahui terkonfirmasi positif Covid-19, setelah melakukan tes swab, di RSUD Kudungga Sangatta pada tanggal 6 November dan keesokan harinya pada tanggal 7 November 2020 hasil keluar dinyatakan positif.
Saat dikonfirmasi, Kadinkes Kutim Bahrani Hasanal membeberkan kronologis riwayat almarhum. Pada tanggal 30 Oktober 2020, Wakapolres sempat kontak erat dengan salah satu personel Polres Kutim yang terkonfirmasi positif dengan status orang tanpa gejala (OTG).
"Sehingga kurang lebih seminggu muncul gejala batuk dan kurang enak badan. Lalu dilakukan rapid antigen hasil positif. Kemudian melakukan swab test dan hasilnya positif terkonfirmasi Covid-19," jelas Bahrani.
Untuk itu, lanjut Bahrani yang bersangkutan diminta melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Namun, sehari kemudian, timbul gejala sesak nafas. Karena yang bersangkutan dirujuk ke RSUD Kudungga hingga dirujuk ke RSUD AW Syahranie.
"Pasien mengaku sudah mengalami rasa tidak enak badan dan batuk sekitar seminggu. Ia juga sempat kontak dengan sesama personel," ungkapnya.
Bahrani menyebut, untuk mengantisipasi transmisi lokal maupun klaster keluarga pihaknya telah melakukan tracking dan tes swab pada keluarga bersangkutan.
Penulis: Zulhamri
Editor : Rusdi