Mengusung tema “Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia”, kegiatan keagamaan tersebut dihadiri sekitar 30 umat Buddha yang mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan.
Ketua Budhayana Kukar, Hermansyah Candra, yang juga memimpin jalannya ibadah, mengatakan bahwa peringatan Hari Raya Waisak bukan hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Buddha, tetapi juga pengingat pentingnya menanamkan nilai kasih sayang, toleransi, dan perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat.
“Melalui peringatan Waisak tahun ini, kami mengajak seluruh umat untuk terus menebarkan cinta kasih kepada sesama tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun golongan. Nilai-nilai luhur yang diajarkan Sang Buddha sangat relevan untuk menjaga keharmonisan dan perdamaian di tengah masyarakat yang majemuk,” katanya.
Menurut Hermansyah, tema Waisak 2570 TB/2026 menjadi refleksi bersama bahwa perdamaian dunia berawal dari kedamaian dalam diri setiap individu. Oleh karena itu, umat diajak untuk memperkuat sikap saling menghormati, mengendalikan diri, serta meningkatkan kepedulian sosial.
“Kedamaian tidak lahir begitu saja, tetapi dibangun melalui sikap penuh kasih, kebijaksanaan, dan kepedulian terhadap sesama. Dari lingkungan keluarga hingga kehidupan bermasyarakat, nilai-nilai inilah yang harus terus kita tumbuhkan,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan ibadah tersebut, hadir pula Wakil Ketua Budhayana Kutai Kartanegara, Andi Wijaya, bersama para umat yang mengikuti doa dan perenungan Waisak.
Untuk memastikan kegiatan berjalan lancar, aparat keamanan melakukan pengamanan di lokasi. Personel yang terlibat terdiri dari anggota Polsek Tenggarong, personel Sabhara, dan Satuan Lalu Lintas. Pengamanan dilakukan sejak kegiatan dimulai hingga berakhir.
Rangkaian ibadah selesai sekitar pukul 16.53 WITA. Seluruh kegiatan berlangsung tertib, aman, dan kondusif tanpa adanya gangguan keamanan.
Perayaan Waisak di Tenggarong ini menjadi wujud nyata semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang selama ini terjaga dengan baik di Kukar.
Selain sebagai sarana peningkatan spiritual, momentum Waisak juga diharapkan dapat memperkuat persatuan serta menumbuhkan semangat perdamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Editor: Erwin