Hal ini disampaikan Sekretaris DLHK Kukar terkait adanya keluhan warga Gunung Belah, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong yang menyampaikan terkait kondisi aliran sungai yang dipenuhi oleh tumpukan tumbuhan liar yang kian menebal dan belum mendapat penanganan dari pihak terkait.
Mekanisme pembersihan lingkungan dapat diinisiasi langsung oleh warga melalui pengajuan permohonan resmi. "Kami akan menindaklanjuti terhadap usulan warga, khususnya berkaitan dengan lingkungan warga," kata Taufik, Kamis (28/5/2026).
Partisipasi aktif dari masyarakat sangat penting untuk menjaga ekosistem dan kebersihan fasilitas publik. "Kami siap untuk mengerahkan personel serta armada kebersihan guna merespons setiap laporan yang masuk," ujarnya.
Langkah ini merupakan bagian dari program kerja berkelanjutan Pemkab Kukar dalam menata kawasan pelataran dan perairan agar bebas dari sampah.
Melalui sinergi antara pemerintah dan warga, DLHK Kukar berharap kualitas lingkungan hidup di wilayah hilir maupun bantaran sungai dapat terus meningkat.
DLHK Kukar berkomitmen terus memberikan rasa nyaman dan aman di lingkungan masyarakat. Kehadiran lingkungan yang bersih dinilai menjadi faktor utama dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan warga Kutai Kartanegara secara menyeluruh.
Diketahui aliran sungai yang dipenuhi oleh tumpukan tumbuhan liar yang menebal memicu kekhawatiran serius bagi warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai. Selain merusak keindahan dan kebersihan lingkungan, tumpukan tumbuhan tersebut dinilai menyembunyikan ancaman bahaya yang nyata oleh hewan buas seperti ular, biawak serta buaya.
Kawasan di sekitar sungai masih menjadi pusat aktivitas harian masyarakat setempat, termasuk anak-anak yang sering bermain di area bantaran sungai. jika dibiarkan tanpa tindakan, tumpukan tumbuhan liar juga dipastikan akan menyumbat total aliran air dan memicu pendangkalan yang bisa menyebabkan banjir saat curah hujan tinggi.
Editor: Aspian Nur