Kebakaran terjadi bertepatan dengan momen padamnya aliran listrik di area sekitar.
Warga setempat bernama Ummi Niswatun menjelaskan, awalnya ia mengira listrik padam karena kehabisan token namun ternyata ada kebakaran di dekat rumahnya.
"Posisi rumah yang terbakar ini untungnya jauh dari pemukiman padat warga lainnya. Jarak antara rumah yang renggang membuat api terisolasi dan tidak merembet ke bangunan rumah warga dan somel kayu," kata wanita 44 tahun itu.
Berdasarkan laporan dari Kepala Pos Damkar Kecamatan Sebulu Teddy, api diduga kuat berasal dari korsleting arus pendek listrik pada Miniature Circuit Breaker (MCB) di dalam rumah. Percikan api kemudian mengenai kasur di lantai atas dan langsung membesar dengan cepat. Struktur rumah yang didominasi material kayu membuat api dengan mudah menghanguskan bagian atas bangunan.
Saat api mulai berkobar, penghuni rumah yang diketahui bernama Adan dan Andre sedang berada di lantai bawah sehingga berhasil menyelamatkan diri. Jarak antar-rumah warga di lokasi kejadian yang cukup renggang membuat api terisolasi dan tidak merembet ke pemukiman padat lainnya.
Warga yang melihat kobaran api segera melapor ke Pos Sektor Sebulu Tim.
Petugas Damkar diwilayah tersebut langsung mengerahkan lima personel menggunakan armada seperti Unit Dragon Ball, Avatar, dan Transformer, serta alat bantu gancu.
"Untuk proses pemadaman kami dibantu Redkar dari Desa Segihan, Sebulu, Awang Long, Loa Tebu," ujar Teddy.
Petugas sempat mengalami kendala menuju lokasi kejadian akibat akses jalan yang rusak serta harus melewati jalur penyeberangan, yang membuat pergerakan armada sedikit lambat.
Meski demikian, penanganan intensif yang dilakukan sejak pukul 22.40 WITA berhasil mengendalikan dan memadamkan api sepenuhnya pada pukul 23.00 WITA.
"Alhamdulillah tak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini. Tiga orang didalam rumah selamat dari amukan api," ungkapnya.
Kerugian materiil dalam kejadian ini ditaksir sekitar Rp70 Juta.
Editor: Aspian Nur