Aulia menegaskan pemerintah daerah berkomitmen memberikan rasa aman kepada masyarakat terkait kualitas hewan kurban yang akan dikonsumsi.
“Kegiatan ini bagian dari upaya kami memastikan hewan kurban yang ada di Kutai Kartanegara sehat dan memenuhi standar keselamatan kesehatan hewan. Tadi kami sudah memberikan tanda hewan tersebut sehat dan layak dijadikan hewan kurban,” ujar Aulia kepada awak media.
Seluruh hewan kurban di Kukar telah diperiksa oleh dokter hewan yang memiliki kompetensi dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar. Pemeriksaan tersebut dilakukan secara menyeluruh guna memastikan kesehatan ternak sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
“Dengan upaya seperti ini kami ingin memastikan masyarakat bisa mengonsumsi hewan kurban yang baik, aman dan telah dinyatakan sehat oleh pihak berwenang,” tambahnya.
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban ini dilakukan secara bertahap di seluruh kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Pemerintah daerah berharap langkah preventif tersebut mampu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya memilih hewan kurban yang sehat, aman, dan sesuai syariat.
Selain menjaga kualitas daging kurban yang dikonsumsi masyarakat, pengawasan kesehatan hewan juga menjadi bagian penting dalam mencegah penyebaran penyakit hewan menular serta meningkatkan kesadaran peternak terhadap standar kesehatan ternak.
Sementara dokter hewan Distanak Kukar Gunawan Nanang menambahkan, pemeriksaan hewan kurban dilakukan melalui dua tahapan, yakni pemeriksaan antemortem dan postmortem. Pemeriksaan antemortem dilakukan sebelum hewan disembelih untuk memastikan kondisi fisik ternak benar-benar sehat.
“Pemeriksaan antemortem sudah kami lakukan sejak Jumat lalu. Kami memeriksa mata sapi agar tidak berair dan tetap cerah, hidung tidak berlendir, mulut tidak berliur, serta memastikan jalannya tidak pincang. Secara umum, sapi yang sehat memang terlihat seperti itu,” ujar Gunawan.
Ada 124 ekor sapi telah diperiksa dan seluruhnya dinyatakan sehat. Pemeriksaan ulang juga kembali dilakukan pada hari peninjauan guna memastikan kondisi hewan tetap stabil.
“Ekor sapi masih bergerak normal dan kondisi kesehatannya bagus. Sampai saat ini laporan yang masuk hanya ada sapi yang kurang nafsu makan, dan itu sapi-sapi yang belum laku, itu saja laporan yang masuk, namun secara keseluruhan aman,” ungkap Gunawan.
Setelah penyembelihan nantinya akan dilakukan pemeriksaan postmortem oleh petugas keurmaster. Pemeriksaan tersebut berfokus pada organ dalam hewan seperti hati, jantung, ginjal, dan usus untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakit.
“Kalau ada bagian yang tidak layak konsumsi, maka akan dipisahkan,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur