Aksi tersebut direncanakan berlangsung di Kantor DPC PDIP Kutai Kartanegara (Kukar), kemudian dilanjutkan ke Kantor DPRD Kukar dengan estimasi jumlah massa mencapai sekitar 1.500 orang.
Dalam aksi itu, massa akan menyampaikan sejumlah tuntutan, salah satunya meminta Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, mundur dari jabatannya.
Ketua Aliansi Tiga Ormas Daerah, Hebby Nurlan Arafat, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan, penolakan, serta perlawanan konstitusional terhadap berbagai kebijakan dan polemik yang meresahkan masyarakat.
“Kami menilai telah terjadi tindakan yang mencederai rasa keadilan masyarakat Kutai Kartanegara. Padahal beliau dipilih langsung oleh masyarakat,” kata Hebby kepada Korankaltim.com, Minggu (24/5/2026).
Dalam aksi nanti, massa disebut akan mengenakan atribut budaya daerah berupa pakaian adat Pesapu Kutai lengkap dengan mandau dan bujak, serta Laung Banjar yang dilengkapi senjata tradisional khas Banjar. Kehadiran atribut budaya tersebut disebut sebagai simbol identitas dan solidaritas masyarakat daerah dalam menyampaikan aspirasi.
Massa aksi juga menegaskan tuntutan mereka harus dipenuhi. Jika tidak, mereka akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar, bahkan menghentikan aktivitas di Kantor DPC PDIP Kukar.
“Kami harap aksi jilid II ini apa yang menjadi tuntutan kami bisa direalisasikan, karena kalau tidak maka akan ada aksi lanjutan lagi dengan massa yang lebih besar lagi. Kami akan hentikan aktivitas di kantor DPC PDIP serta ruangan ketua DPRD selama tuntutan kami belum terealisasi,” ujar Hebby.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, menegaskan dirinya tetap menjalankan amanah dan tugas jabatan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“Saya akan menjalankan amanah yang diberikan kepada saya sesuai konstitusi dan undang-undang yang berlaku,” ucap Yani yang merupakan politikus PDIP ini.
Ia juga menyatakan tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum selama dilakukan sesuai aturan hukum dan berlangsung secara tertib serta damai.
Aksi unjuk rasa ini diperkirakan mendapat perhatian luas masyarakat mengingat melibatkan gabungan sejumlah ormas daerah dengan massa yang cukup besar.
Oleh karenanya, aksi nantinya diharapkan mendapatkan pengamanan dari aparat kepolisian agar pelaksanaan aksi berjalan aman dan lancar.
“Kami harap aparat keamanan melakukan pengamanan guna menjaga situasi tetap kondusif selama jalannya aksi,” harap Plt Sekretaris DPRD (Sekwan) Kukar, Lukman.
Editor: Erwin