Kapal Tanker Spill Ratna dilaporkan hilang kendali hingga menabrak lambung kanan Kapal Tanker Meratus Konawe, membuat delapan kontainer jatuh dan hanyut di perairan anak Sungai Mahakam.
Kanit Gakkum Satpolairud Polres Kukar, Ipda Rio Hedy Wiyatma menjelaskan, dari laporan yang diterima peristiwa tersebut terjadi pada pukul 07.36 WITA saat MV Meratus Konawe melakukan anchor up dan bergerak keluar alur Samarinda Muara Pegah didampingi pandu kapal.
Pada Pukul 09.00 WITA MV Meratus Konawe berkomunikasi via VHF dengan MV Spill Ratna. Keduanya menyepakati manuver passing ke kanan. Saat Melintas di Kerbau Timur, MV Spill Ratna mendadak mengalami kesulitan kendali. Haluan kapal terus bergerak mendekati MV Meratus Konawe dan nahkoda kapal sempat membuang haluan ke kiri, namun benturan tetap tidak terhindarkan. Haluan MV Spill Ratna menghantam keras lambung kanan MV Meratus Konawe.
"Tak ada korban jiwa dalam insiden ini. Tetapi, benturan keras itu mengakibatkan kerusakan parah pada fisik kapal dan logistik," jelas Rio kepada Korankaltim.com Kamis (14/5/2026).
Atas insiden ini, lambung kanan MV Meratus Konawe robek. Fasilitas railing kapal mengalami patah berat dan sebanyak 14 boks kontainer jatuh ke sungai dan hanyut.
Rincian kontainer yang jatuh meliputi tiga box empty (kosong) ukuran 20 kaki, lima box empty (kosong) ukuran 40 kaki, satu box empty Reefer ukuran 40 kaki, lima box full (berisi muatan) ukuran 40 kaki.
Usai kejadian, Nakhoda MV Meratus Konawe langsung memerintahkan Chief Officer untuk melakukan sounding pada bilges palka kanan dan kiri. Pemeriksaan darurat tersebut memastikan tidak ada kebocoran fatal pada lambung bawah kapal.
"MV Meratus Konawe sudah berlabuh jangkar dan dipastikan aman di depan Kepanduan Muara Pegah untuk proses survei kerusakan. Kalau kapal MV Spill Ratna tetap melanjutkan perjalanan ke arah Samarinda," ujar Rio lagi.
Total kerugian material saat ini masih dalam proses pemeriksaan dan perhitungan oleh pihak berwenang. Rio memastikan kasus kecelakaan ini sepenuhnya dalam penanganan pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan setempat.
Editor: Aspian Nur