Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BKPSDM Kukar Arianto mengatakan sosialisasi terkait penerapan sistem baru tersebut telah dilakukan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Jumat pekan lalu sudah kami sosialisasikan uji coba absensi digital di seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah),” kata Arianto saat dikonfirmasi, Kamis (14/5/2026).
Selama ini, sistem absensi pegawai di lingkungan Pemkab Kukar masih menggunakan mesin finger print yang berada di masing-masing OPD.
Namun melalui sistem baru ini, presensi ASN akan terintegrasi secara digital sehingga proses pemantauan kehadiran dapat dilakukan lebih efektif dan transparan.
Uji coba presensi digital tersebut akan berlangsung selama tiga bulan, mulai Mei hingga Juli 2026. Setelah masa uji coba selesai, BKPSDM Kukar akan melakukan evaluasi menyeluruh guna melihat efektivitas sistem sebelum diterapkan secara permanen.
Transformasi digital dalam sistem kepegawaian menjadi langkah penting untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan akuntabel. Selain memudahkan pengawasan, sistem ini juga diharapkan mampu membangun budaya disiplin kerja di kalangan ASN. Penerapan presensi digital menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kukad dalam mempercepat transformasi birokrasi berbasis teknologi. Selain meningkatkan efisiensi administrasi, langkah ini juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih transparan, modern, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Melalui sistem yang terintegrasi, data kehadiran pegawai akan lebih akurat dan realtime sehingga potensi manipulasi absensi dapat diminimalisasi,” jelasnya.
Ahmad M, ASN di lingkungan Pemkab Kukar menyambut positif penerapan presensi digital tersebut. Menurutnya, sistem baru ini dapat mendorong pegawai untuk lebih disiplin dan profesional dalam bekerja.
“Kalau sistemnya sudah digital dan terintegrasi, tentu semua pegawai dituntut lebih tertib. Ini juga bagus untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah,” kata Ahmad.
Editor: Aspian Nur
Keterangan foto : ilustrasi presensi digital (ilustrasi)