Personel Damkar Pos Sektor Kota Bangun, Egi, mengatakan peristiwa itu pertama kali diketahui warga yang melintas di jalan poros tersebut. Warga melihat kobaran api cukup besar di pinggir jalan, tepat di dekat deretan warung milik warga setempat.
Warga sempat panik karena mengira api mulai merembet ke rumah warga. Namun, setelah diperiksa, api diketahui membakar lahan kosong berukuran sekitar 10 x 20 meter dan langsung menghubungi pos darurat pemadam kebakaran.
"Warga sempat panik karena posisi api yang sangat dekat dengan area warung," ungkap Egi.
Mengantisipasi dampak fatal, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Tiga unit armada dari pos induk dikerahkan, terdiri dari dua unit mobil fire truck (brandwear) serta satu unit armada APT (Logistik) pembawa mesin pompa dan selang pemadam.
Beruntung proses pemadaman api berlangsung sangat cepat. Api yang membakar semak dan rumput kering berhasil dikuasai total dalam waktu sekitar 10 menit.
"Dugaan kuat pemicu kebakaran berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan di lahan kering, karena tidak ada warga yang membakar atau mau membuka lahan disitu," ujarnya.
Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material bangunan dalam insiden ini. Egi mengimbau kepada warga agar tidak sembarang dalam membuang puntung rokok, apalagi saat ini sudah memasuki musim kemarau, puntung rokok yang dibuang lalu tidak dimatikan akan memicu kebakaran.
"Kami imbau warga untuk selalu berhati-hati, jangan sampai merugikan orang lain, taati aturan yang sudah di buat oleh pihak desa terkait Karhutla," tegasnya.
Editor: Erwin