Langkah tersebut diambil karena sebagian besar wilayah operasional hulu migas berada di kawasan pesisir Kukar.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) telah menyerahkan penentuan proporsi kuota tersebut kepada Pemkab Kukar sebagai daerah dengan wilayah operasional utama.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan berdasarkan hasil audiensi terbaru antara Distransnaker Kukar dan SKK Migas, program tersebut difokuskan pada investasi jangka panjang untuk pengembangan sumber daya manusia lokal.
Kukar mengamankan jatah porsi 60 persen khusus untuk tenaga kerja lokal dari total 40 kuota pelatihan yang tersedia, sementara sisanya dibagi untuk sembilan kabupaten atau kota lain di Kaltim.
Kata Dendy, peserta yang lolos seleksi akan menjalani pelatihan intensif selama 12 bulan dan mendapatkan fasilitas uang saku. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan langsung ditempatkan di lokasi kerja (site) untuk menjalani masa transisi selama tiga bulan.
Peserta yang menunjukkan kinerja dan performa baik selama masa transisi berpeluang langsung direkrut menjadi pegawai tetap perusahaan.
“Jadi, seluruh mekanisme rekrutmen dan seleksi pelatihan akan diumumkan secara transparan lewat website resmi, media sosial Distransnaker dan aplikasi Kukar Siap Kerja,” ungkap Dendy Irwan, Selasa (12/5/2026).
Kemudian, untuk mendukung penyerapan tenaga kerja secara berkelanjutan di tengah tantangan pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor pertambangan, Distransnaker Kukar tengah menyiapkan aplikasi Kukar Siap Kerja New Generation yang dijadwalkan meluncur pada Juni hingga Juli 2026. Aplikasi tersebut dirancang untuk merealisasikan program Job Fair Everyday atau bursa kerja setiap hari.
Sesuai amanat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2024, setiap perusahaan yang beroperasi di wilayah Kukar diwajibkan memiliki akun mandiri serta melaporkan lowongan pekerjaan secara berkala. Sistem tersebut nantinya akan secara otomatis mencocokkan lowongan kerja dengan basis data alumni pelatihan dan pencari kerja lokal Kukar.
Notifikasi lowongan kerja juga akan dikirim langsung melalui WhatsApp dan surat elektronik (email) aktif milik pencari kerja yang terdata berbasis By Name By Address (BNBA).
Selain itu, Distransnaker Kukar turut mendorong sektor ritel modern, seperti Indomaret dan Alfamidi, serta dealer kendaraan untuk melaporkan kebutuhan tenaga kerja melalui sistem tersebut.
Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem digital ketenagakerjaan, Distransnaker Kukar juga akan merombak total format bursa kerja tatap muka agar tidak lagi sekadar menjadi agenda seremonial tahunan.
Pemerintah daerah membagi pelaksanaan Job Fair ke dalam tiga wilayah strategis, yakni wilayah hulu, tengah, dan pesisir. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pemerataan akses informasi ketenagakerjaan bagi masyarakat, terutama di wilayah pedalaman. Tahap awal program itu diawali dengan pendataan sekitar 300 perusahaan yang beroperasi di Kukar.
Mekanisme perekrutan tenaga kerja dalam pelaksanaan Job Fair juga diubah untuk meningkatkan efisiensi waktu. Pada hari pertama pelaksanaan, perusahaan diwajibkan langsung menggelar sesi wawancara tatap muka dengan para pelamar kerja.
Selanjutnya, pada hari kedua, perusahaan diminta segera mengumumkan hasil seleksi bagi kandidat yang diterima bekerja. Strategi tersebut diharapkan mampu menjadi langkah konkret dalam menekan angka pengangguran di Kukar secara bertahap.
Editor: Erwin