Diungkapkan Aulia dirinya sudah menerima laporan adanya oknum aparatur yang justru merusak jalannya program pemerintah di lapangan melalui praktik-praktik tidak terpuji.
"Saya titip pesan, kawal dengan baik program RT-ku Terbaik. Jangan jadi musuh masyarakat untuk program ini," tegas Aulia kepada Korankaltim.com Senin (11/5/2026).
Hambatan dalam berbagai program pemerintah sebelumnya justru sering kali datang dari internal birokrasi, bukan dari masyarakat atau ketua RT. Satu diantara modus yang disoroti yakni adanya oknum yang menawarkan jasa pembuatan Laporan Pertanggungjawaban (SPJ) dengan imbalan tertentu kepada pihak RT.
"Saya tidak akan mentolerir ada pungli-pungli oleh aparatur pemerintah dan adanya jasa-jasa pembuatan pertanggungjawaban (SPJ),” sebut Aulia.
ASN harus mampu menjadi contoh bagi masyarakat dalam hal kinerja dan integritas. Menjadi aparatur tidak hanya pandai dalam memberikan arahan, tetapi juga menunjukkan aksi nyata yang bersih dan melayani.
"Berikan contoh baik untuk masyarakat. Jangan mengimbau orang bekerja dengan baik kalau kita sendiri tidak bisa bekerja dengan baik. Pungli yang dilakukan aparat yang ketahuan dan ditindak," ucap Aulia lagi.
Visi dan misi pemerintah yang baik tidak akan berarti apa-apa jika eksekusi di lapangan dirusak oleh perilaku oknum yang hanya mencari keuntungan pribadi. Kalau praktik seperti itu terus berlanjut dikhawatirkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan luntur.
"Percuma saja punya tujuan, kalau itu tidak terlaksanakan dengan baik, masyarakat pasti akan bilang ini hanya omong kosong saja," paparnya.
Aulia Rahman menjamin untuk terus memberikan dukungan terhadap setiap usulan dari aparatur asalkan murni ditujukan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Kukar.
Editor: Aspian Nur