Hal itu dibuktikan dengan pemberian bantuan kepada para santri dan santriwati asal Kukar yang sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren.
Bantuan diberikan kepada anak-anak daerah yang mondok dan berdomisili di Kutai Kartanegara dengan syarat memiliki KTP Kukar yang mana setiap santri menerima bantuan sebesar Rp250 Ribu per bulan.
“Beasiswa Kukar Idaman Terbaik juga memberikan bantuan kepada para santri yang mondok dan berdomisili serta ber-KTP Kutai Kartanegara Rp250 Ribu per bulan,” jelas Aulia dikonfirmasi Korankaltim.com, Senin (11/5/2026).
Program ini merupaan bentuk perhatian Pemkab Kukar terhadap pengembangan sumber daya manusia berbasis pendidikan dan keagamaan.
Selain membantu meringankan beban ekonomi keluarga, bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar para santri dalam menempuh pendidikan di pondok pesantren.
“Saat ini, jumlah penerima manfaat terus meningkat. Berdasarkan data terbaru, tercatat sebanyak 2.662 santri dan santriwati Kutai Kartanegara telah terdaftar sebagai penerima bantuan Beasiswa Kukar Idaman Terbaik,” papar Aulia.
Pemkab akan terus berupaya menghadirkan program-program pendidikan yang inklusif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan santri.
“Pendidikan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berakhlak, berilmu, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah,” tegasnya.
Program bantuan santri tersebut juga mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai mampu memberikan dukungan nyata kepada para pelajar pesantren di Kutai Kartanegara.
Pemerintah berharap program ini dapat terus berjalan berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di masa mendatang.
Editor: Aspian Nur