Lapas Tenggarong Tunda Dapur MBG, Prioritaskan Ketahanan Pangan
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong menunda rencana pengelolaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan lapas.
Meski telah ditunjuk oleh pemerintah pusat sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program, namun sementara lebih memprioritaskan program ketahanan pangan.
Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib (Kasi Adm Kamtib) Lapas Kelas IIA Tenggarong, Halif Shodiqulamin, menegaskan bahwa langkah tersebut bukan bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah pusat, melainkan hasil pertimbangan matang dari kepemimpinan sebelumnya.
“Bukan menolak, tapi ditahan dulu. Kita lebih memilih fokus ke program ketahanan pangan dengan berbagai pertimbangan teknis yang ada,” tegas Halif, Jumat (8/5/2026).
Ia mengungkapkan, ada beberapa kendala utama yang mendasari keputusan tersebut, di antaranya masalah ketersediaan lahan dan kompleksitas proses pembangunan dapur sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN). Pasalnya, pembangunan fasilitas tersebut harus menyesuaikan dengan tipe yang ditentukan, yakni Tipe A atau Tipe B.
Kata dia, dari hasil pengukuran awal, lahan di Lapas Tenggarong sebenarnya memenuhi syarat untuk Tipe A, namun proses administrasinya memerlukan ketelitian lebih lanjut.
Selain masalah teknis infrastruktur, aspek keamanan menjadi poin krusial. Skema program MBG ini rencananya akan melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai tenaga pekerja, mulai dari persiapan bahan hingga proses memasak.
“Karena melibatkan WBP, aspek keamanan dan pengawasan harus diperhatikan betul. Nanti pekerja memang dari WBP, namun kontrol dan pengawasan tetap berada di bawah kendali BGN,” tambahnya.
Ke depannya, pihak lapas direncanakan akan mengumpulkan pihak-pihak terkait untuk membahas kelanjutan program ini dengan mempertimbangkan skala prioritas dan arahan terbaru dari pimpinan pusat.
“Jika pusat memerintahkan untuk tetap dilaksanakan, pada prinsipnya kami siap melaksanakan. Namun, saat ini prioritas kami masih pada penguatan program ketahanan pangan,” tutupnya.
Editor: Erwin










