Kepala Diskop UKM Kukar, Endri, mengungkapkan pihaknya telah memanggil jajaran pengurus dan pengawas koperasi tersebut untuk memberikan klarifikasi.
Langkah ini diambil secara inisiatif setelah mendengar adanya keluhan dari sekitar 50 anggota yang belum mendapatkan haknya.
“Kami sudah panggil pengurus dan pengawas. Memang ada kendala kesulitan keuangan karena banyak piutang yang belum tertagih. Namun, pengurus menyatakan komitmen mereka untuk menyelesaikan pembayaran,” ungkal Endri, Selasa (5/5/2026).
Dari hasil pertemuan tersebut, pihak Koperasi Darma Bakti berjanji akan membayarkan dana simpanan para pensiunan secara bertahap. Pengurus saat ini tengah melakukan identifikasi aset dan piutang yang potensial untuk segera ditagih guna memenuhi kewajiban kepada anggota.
Endri mendorong agar Koperasi Darma Bakti segera melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) atau rapat umum pemegang saham paling lambat pada Juli 2026 mendatang. Rapat ini dinilai krusial untuk menentukan nasib aset koperasi jika dana talangan tidak mencukupi.
“Janjinya bulan Juli 2026 nanti saat libur sekolah akan diadakan rapat anggota. Di situ harus dijelaskan semua permasalahannya kepada pemilik koperasi, yakni seluruh anggota. Jika memang harus ada aset yang dijual untuk menutupi pembayaran, itu harus diputuskan dalam rapat,” tegasnya.
Meski sedang mengalami kendala arus kas, Diskop UKM Kukar meminta para pensiunan guru tidak perlu terlalu panik. Pasalnya, secara neraca, Koperasi Darma Bakti dinilai masih memiliki aset fisik yang memadai.
“Aset kita lumayan banyak, ada gedung dan lain-lain. Jadi sebenarnya masih aman,” tambahnya.
Diskop UKM Kukar menegaskan akan terus memantau dan memonitor perkembangan pembayaran tersebut sesuai janji pengurus. Bagi anggota yang belum terbayar, Diskop UKM menyarankan untuk langsung menemui pengurus guna mendapatkan kepastian jadwal pembayaran bertahap.
“Kami minta daftar list siapa saja yang belum dibayar. Kami akan terus monitor sampai janjinya ditepati,” pungkasnya.
Editor: Erwin