Langkah ini diambil sebagai strategi baru dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan komunikasi publik.
Ketua PWI Kukar, Andi Wibowo, mengungkapkan kemajuan sebuah desa tidak hanya bergantung pada kekayaan sumber daya alam, tetapi juga pada bagaimana potensi tersebut dikabarkan ke dunia luar.
“Potensi di Desa Kersik ini sangat luar biasa, mulai dari sektor perikanan, UMKM, hingga pariwisata. Jika dikemas dengan tulisan dan promosi yang tepat melalui jalur jurnalistik, hal ini akan memberi dampak positif bagi kemajuan ekonomi kreatif desa,” ungkap Andi.
Andi berharap, melalui pelatihan ini, para pemuda dan perangkat desa dapat menjadi agen informasi yang handal dalam mengeksplorasi serta menyebarkan setiap jengkal perkembangan pembangunan di wilayah mereka.
Kepala Desa Kersik, Jumadi, menyambut positif kolaborasi ini. Ia menyadari di era digital, setiap warga memiliki akses untuk memberi kabar melalui media sosial.
Namun, ia menekankan pentingnya standarisasi informasi agar pesan yang sampai ke masyarakat luas tetap berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Setiap orang bisa mengunggah informasi, tapi kita perlu diedukasi melalui jalur profesional. Dengan standar jurnalistik yang baik, orang luar akan tahu sejauh mana desa kita telah berkembang secara akurat,” jelas Jumadi.
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan hasil sinkronisasi yang baik dengan pemerintah kabupaten guna meningkatkan literasi digital masyarakat.
Ia menginginkan program pembinaan SDM ini bersifat berkelanjutan untuk menghadapi tantangan teknologi yang semakin kompleks di masa depan.
“Harapan kami, Desa Kersik bisa melahirkan tenaga terampil yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif berbasis informasi,” tegasnya.
Sebagai bentuk tindak lanjut dan uji kompetensi, pihak desa akan segera menggelar perlombaan menulis berita bagi para peserta yang mengangkat tema potensi lokal Desa Kersik.
Selain fokus pada literasi, kegiatan ini juga diwarnai dengan aksi lingkungan berupa penanaman pohon sebagai simbol pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam desa.
Editor: Erwin