Mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja” dengan motto “Satu Tekad, Satu Tujuan Sejahtera Bersama”, peringatan tahun ini tidak hanya menjadi ajang refleksi perjuangan buruh, tetapi juga momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.
Dalam sambutan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Kukar Akhmad Taufik Hidayat ditegaskan kalau peringatan May Day merupakan momen penting untuk menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan sekaligus mengenang perjuangan panjang kaum buruh.
“Buruh memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, mulai dari penggerak ekonomi hingga pelaksana pembangunan. Karena itu, kesejahteraan mereka harus menjadi prioritas bersama,” kata Taufik.
Perjalanan sejarah perjuangan buruh di Indonesia yang telah dimulai sejak 1920, hingga akhirnya pemerintah menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional pada 2013 sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi pekerja.
May Day 2026 disebut sejalan dengan agenda global Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui kerangka Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendorong pekerjaan layak, mengurangi kesenjangan, dan memperkuat institusi yang adil.
“May Day harus diubah paradigmanya. Bukan lagi identik dengan demonstrasi, tetapi menjadi ruang dialog yang inklusif dan solutif antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja,” tegas Taufik.
Pemerintah Kabupaten Kukar berkomitmen meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui program “Kukar Siap Kerja” sebagai bagian dari visi pembangunan daerah.
Program ini difokuskan pada peningkatan kompetensi dan daya saing tenaga kerja lokal agar mampu menjawab tantangan industri yang semakin dinamis.
Sebagai bentuk nyata kepedulian, peringatan May Day tahun ini juga dirangkai dengan berbagai kegiatan sosial seperti penyerahan bantuan kepada 29 buruh, layanan pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah serta doorprize.
Peringatan May Day di Kukar tahun ini pun menjadi cerminan perjuangan buruh tidak selalu harus diwujudkan melalui aksi jalanan, tetapi juga dapat hadir dalam bentuk sinergi, dialog, dan aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Selamat hari buruh internasional, satu tekad satu tujuan sejahtera bersama,” tutup Taufik.
Apel dihadiri berbagai unsur pemerintah dan pemangku kepentingan, diantaranya perwakilan Kejaksaan Negeri Tenggarong, Ketua Baznas Kukar, unsur Kesbangpol, Satpol PP, serta organisasi pengusaha dan serikat pekerja. Kegiatan juga melibatkan pasukan gabungan dari kepolisian, TNI, hingga unsur perangkat daerah dan perwakilan buruh.
Ikrar dan pernyataan sikap serikat buruh dibacakan dalam momen ini yang mana serikat pekerja Kukar mendorong pemerintah dan DPR RI agar segera mengimplementasikan regulasi ketenagakerjaan yang berpihak pada buruh, termasuk penguatan aturan upah sektoral dan hubungan industrial yang lebih harmonis.
Editor: Aspian Nur