Ketua Komisi IV DPRD Kukar M Andi Faisal menjelaskan, pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang menyasar percepatan regulasi, peningkatan akses pendidikan, hingga penguatan sarana pesantren.
“Alhamdulillah, rapat bersama pekan lalu menghasilkan beberapa poin penting. Ini bagian dari upaya bersama untuk memperkuat peran pesantren sebagai pilar pendidikan dan pembinaan karakter di Kukar,” kata Ical, sapaan akrab Andi Faisal kepada Korankaltim.com, Selasa (28/4/2026).
Ada tiga fokus utama disebut Ical, yaitu pertama percepatan penyusunan dan pengesahan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pondok Pesantren.
“Regulasi ini dinilai krusial sebagai payung hukum dalam mendukung operasional dan pengembangan pesantren secara berkelanjutan,” sebutnya.
Kedua, persiapan pelaksanaan program beasiswa bagi sekitar 3.500 santri di Kukar. Program ini akan melalui proses verifikasi oleh Kementerian Agama guna memastikan tepat sasaran dan akuntabel.
“Beasiswa ini diharapkan dapat meringankan beban para santri sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan mereka,” tambahnya.
Ketiga adalah penguatan infrastruktur pembangunan pondok pesantren. Langkah ini mencakup peningkatan fasilitas belajar, asrama, serta sarana pendukung lainnya agar pesantren mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih optimal.
Politikus PDIP ini menegaskan keberhasilan implementasi program-program tersebut memerlukan dukungan semua pihak, termasuk masyarakat. Ia juga berharap tidak ada hambatan berarti dalam proses pelaksanaan ke depan.
“Mohon doa dan restu agar seluruh rencana ini berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi santri serta kemajuan daerah,” ucap Ical lagi.
Langkah ini menjadi bagian dari visi pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai keagamaan di Kukar.
“Juga sekaligus upaya kita bersama khususnya kami Komisi IB dalam memperkuat posisi pesantren sebagai pusat pendidikan yang tidak hanya mencetak generasi berilmu, tetapi juga berakhlak dan berdaya saing,” pungkas Ical.
Editor: Aspian Nur