Upacara ini jadi momentum penting untuk merefleksikan peran otonomi daerah dalam mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di tingkat lokal. Dalam amanatnya, Aulia menegaskan bahwa otonomi daerah bukan sekadar kewenangan yang diberikan pemerintah pusat kepada daerah.
“Ini jadi pengingat otonomi daerah bukan hanya tentang kewenangan, tetapi juga tentang tanggung jawab untuk menghadirkan pelayanan terbaik, pembangunan yang merata, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” kata Aulia .
Semangat otonomi harus diiringi dengan komitmen kuat seluruh perangkat daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mempercepat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Tema Asta Cita yang diusung dalam peringatan tahun ini mencerminkan harapan besar untuk mewujudkan cita-cita pembangunan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang responsif, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus berinovasi dan bersinergi dalam membangun daerah yang berdaya saing serta berkeadilan.
“Semoga semangat ini terus menguatkan langkah kita bersama untuk Kutai Kartanegara yang lebih maju dan sejahtera,” tutup Aulia.
Editor: Aspian Nur