Ditempat itu, sebanyak 268 calon jemaah haji dilepas menuju Tanah Suci Mekkah oleh Bupati Aulia Rahman Basri, Rabu (23/4/2026) bersamaan dengan digelarnya Safari Subuh.
Ke-268 calon jemaah haji itu berasal dari 20 kecamatan di Kukar dan diberangkatkan dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 6 pada 4 Mei 2026 dan Kloter 15 pada 17 Mei 2026.
Aulia menegaskan ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan panggilan spiritual yang istimewa dari Allah SWT dan menyebut keberangkatan para jemaah sebagai bentuk kasih sayang dan pilihan langsung dari Sang Khalik.
“Haji adalah jawaban atas panggilan Allah. Tidak semua yang mampu secara materi mendapat kesempatan ini dan bapak juga ibu adalah hamba pilihan,” kata Aulia dihadapan para jemaah.
Pemerintah Kabupaten Kukar berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi para jemaah. Seluruh kebutuhan transportasi dan konsumsi difasilitasi sejak keberangkatan hingga kepulangan, guna memastikan kelancaran ibadah. “Tugas kami memastikan Bapak dan Ibu bisa fokus beribadah tanpa terbebani urusan teknis,” tegasnya.
Para jemaah nantinya didampingi enam petugas haji profesional yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan dan petugas haji daerah dan Aulia berpesan kepada para petugas agar memberikan pelayanan terbaik. “Layani mereka seperti melayani orangtua sendiri,” pesannya.
Penyelenggaraan haji tahun ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025, yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas perlindungan dan pelayanan bagi jemaah.
Regulasi tersebut menjadi langkah maju dalam memastikan jemaah mendapatkan pembinaan dan layanan optimal selama menjalankan ibadah.
Aulia Rahman Basri menitipkan pesan khusus kepada para jemaah agar turut mendoakan Kabupaten Kukar di tempat-tempat mustajab, seperti di depan Ka’bah, Padang Arafah, dan makam Rasulullah SAW. “Mohon doakan agar Kukar menjadi daerah yang lebih baik, masyarakatnya sejahtera, dan dijauhkan dari segala musibah,” ucap Aulia.
Kegiatan pagi tadi dihadiri unsur Forkopimda, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani, Sekretaris Daerah Sunggono, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kukar KH Abdul Hanan beserta tokoh agama serta masyarakat.
Editor: Aspian Nur