Laporan mengenai kondisi jalan yang licin mulai diterima melalui grup relawan pada pukul 09.00 WITA dan ptugas BPBD tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WITA untuk melakukan penanganan.
Meskipun sempat diduga oli, setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut cairan yang tumpah ke jalan itu ternyata merupakan minyak mentah yang diduga minyak sawit dan tumpah di sepanjang badan jembatan.
Koordinator Lapangan (Korlap) BPBD Kukar Eko Suryawinata menjelaskan, pelaku atau kendaraan yang menyebabkan tumpahan tersebut hingga kini belum diketahui karena saat petugas tiba kondisi jalan sudah dalam keadaan terlumuri minyak tanpa ada kendaraan di lokasi. "Belum diketahui penyebab tumpahan karena tidak ada saksi di lokasi," kata Eko.
Berbeda dengan pembersihan biasa yang menggunakan pasir, kali ini petugas menggunakan cairan khusus bernama foam yang biasanya digunakan untuk memadamkan api di hutan yang rapat, namun sangat efektif untuk mengangkat sisa minyak yang menempel pada aspal.
"Kami menggunakan campuran cairan foam sabun khusus. Ini berfungsi untuk melarutkan minyak agar aspal kembali kasar dan tidak licin," sebut Eko lagi.
Proses penyiraman dan pembersihan berlangsung intensif hingga pukul 13.30 WITA, sampai arus lalu lintas kembali dipastikan aman dan lancar.
Sebelumnya pada malam hari juga terjadi tumpahan solar di area bawah jembatan, namun sudah ditangani secara terpisah. Untuk tumpahan siang tadi fokus utama adalah badan Jembatan Kartanegara yang menjadi urat nadi transportasi warga Tenggarong.
Meski kondisi jalan sudah kembali normal sekitar pukul 14.30 WITA, masyarakat diimbau untuk tetap waspada saat melintas. "Kami berterima kasih atas laporan cepat dari warga dan relawan melalui media sosial yang memungkinkan penanganan dilakukan sebelum jatuhnya korban jiwa," tutup Eko.
Editor: Aspian Nur