Hal ini ditandai dengan rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kukar Dafip Haryanto dua hari lalu di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati di Tenggarong.
Rapat membahas rencana implementasi call center terintegrasi sebagai sarana optimalisasi layanan pengaduan masyarakat. Aulia menekankan pentingnya menghadirkan sistem berbasis aplikasi yang mampu menampung berbagai aspirasi dan keluhan warga secara cepat, transparan, dan terstruktur.
Dikonfirmasi Korankaltim.com terkait hal itu pada Minggu (19/4/2026) hari ini, Aulia mengatakan aplikasi ini akan menjadi kanal utama bagi masyarakat untuk melaporkan berbagai persoalan, mulai dari layanan kesehatan hingga infrastruktur dasar dan mencontohkan program berobat gratis menggunakan KTP Kukar, khususnya bagi peserta BPJS kelas III yang telah ditanggung pemerintah.
“Kalau masih ada warga yang diminta membayar bisa langsung diadukan melalui sistem ini,” tegas Aulia.
Tak hanya itu, laporan terkait fasilitas umum seperti jalan rusak juga akan masuk dalam sistem tersebut. Setiap aduan yang diterima nantinya akan dikelola oleh admin dan diteruskan ke instansi terkait untuk segera ditindaklanjuti. Bupati juga menginginkan adanya fitur pemantauan, sehingga pimpinan daerah dapat mengetahui secara langsung progres penanganan setiap laporan.
Langkah ini menjadi bagian dari penguatan program unggulan daerah, yakni Kukar Idaman Terbaik, yang menitikberatkan pada pelayanan publik responsif dan berbasis digital.
Selain fokus pada sistem pengaduan, Bupati juga menyoroti aspek publikasi kinerja pemerintah daerah. Ia mengapresiasi kualitas konten yang telah diproduksi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika serta Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim), namun menilai masih perlu peningkatan dalam hal jangkauan dan daya tarik publik.
“Kualitas konten sudah baik, tetapi perlu strategi agar lebih banyak menjangkau masyarakat. Perlu pelatihan khusus untuk meningkatkan kemampuan membuat berita yang menarik dan teknik penyajian konten agar lebih viral,” sebut Aulia.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan sistem pengaduan masyarakat yang lebih efektif, terintegrasi, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat di era digital. “Ini wujud kita untuk mendorong layanan publik yang lebih responsif,” sebut Aulia.
Editor: Aspian Nur