Ketua RT 13 Kelurahan Timbau, Tuti Mandasari, mengatakan bahwa keberatan warga selama ini bukan ditujukan terhadap program Presiden tersebut. Namun, penolakan muncul akibat kurangnya komunikasi serta kekhawatiran masyarakat terhadap potensi hilangnya aset fasilitas olahraga.
“Kami ingin meluruskan, warga tidak menolak program Presiden. Kami mendukung penuh. Yang kami sayangkan di awal tak ada komunikasi sama sekali dengan warga, sehingga kami merasa tidak dihargai,” ujar Tuti kepada Korankaltim.com, Minggu (12/4/2026).
Ketegangan mulai mencair setelah pihak Kecamatan Tenggarong dan Kodim (Danramil) turun tangan mengambil alih komunikasi yang sebelumnya dinilai buntu di tingkat kelurahan. Dalam mediasi yang melibatkan Camat Tenggarong, dan perwakilan TNI, muncul opsi solusi yang mengakomodir kepentingan warga.
Tuti menjelaskan, rencananya sisa lahan di area tersebut akan diusulkan untuk dibangun menjadi lapangan mini soccer yang lebih representatif melalui koordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar).
“Pihak kecamatan menawarkan untuk membantu menaikkan usulan ke Dispora. Kebetulan kami sudah punya rekomendasi dari Bupati terdahulu untuk pembangunan mini soccer. Jadi meskipun porsinya berkurang untuk bangunan koperasi dan parkir, fungsinya tetap sebagai sarana olahraga, bahkan di-upgrade agar tidak berlumpur lagi,” jelasnya.
Dari total lahan sekitar 80 x 39 meter, rencananya bangunan koperasi akan memakan lahan sekitar 20 meter ditambah area parkir 10 meter. Sisa lahan sekitar 47 x 39 meter tersebut yang akan dimaksimalkan menjadi lapangan olahraga bagi pemuda dan warga Timbau.
Pihak RT bersama Kecamatan dijadwalkan akan menghadap ke Dispora pada pekan mendatang untuk menindaklanjuti usulan ini agar bisa masuk dalam anggaran Perubahan.
“Warga kini bisa menerima karena usulan kami diakomodir dan kami merasa dilibatkan. Kuncinya adalah komunikasi yang baik. Apapun masalahnya, kalau dikomunikasikan dengan baik, pasti ada jalan keluarnya,” tambah Tuti.
Dirinya berharap, kejadian ini menjadi pelajaran bagi pihak pemerintah kelurahan agar ke depannya lebih mengedepankan dialog dengan masyarakat dalam setiap rencana pembangunan yang menyentuh fasilitas publik.
“Kami hanya ingin sarana olahraga tetap ada. Semoga pembangunan Koperasi Merah Putih jalan, dan kegiatan anak muda di wilayah kami melalui lapangan mini soccer juga bisa terwujud,” pungkasnya.
Editor: Erwin