Seorang PPPK berinisial R (37) mengungkapkan beratnya perjuangan peserta tahap optimalisasi yang ditempatkan jauh dari domisili, sehingga kerap mengalami kecelakaan saat menuju lokasi tugas.
“Mau sampai kapan Pak Bupati tergugah hatinya melihat kondisi PPPK tahap optimalisasi yang dapat penempatan jauh dari tempat tinggal. Setiap hari, setiap bulan ada saja kejadian kawan-kawan yang kecelakaan,” katanya, Jumat (10/4/2026).
Ia menyebut, meski nyawa menjadi taruhan di jalan, para PPPK tetap bertahan demi pengabdian.
“Sampai saat ini mereka masih sabar menjalani tugas, walaupun di jalan sangatlah berisiko. Mau mundur sayang perjuangan, sudah belasan tahun,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang dilalui PPPK setiap hari. Jalan rusak, jarak tempuh puluhan kilometer, serta medan berat disebut menjadi penyebab utama kecelakaan.
Ia berharap pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan baru terkait penempatan PPPK, sehingga dapat disesuaikan kembali dengan domisili masing-masing.
“Mudahan dengan melihat kondisi seperti ini ke depan ada kebijakan yang baik buat PPPK tahap 2 bisa dikembalikan sesuai domisili. Mereka tidak menolak penempatan tidak sesuai di OPD sebelumnya. Paling tidak sesuai domisili yang tidak jauh dari tempat tinggal,” ujarnya.
Kata dia, kasus kecelakaan yang menimpa PPPK saat bertugas di wilayah pelosok Kukar bukan kali pertama terjadi. Dedikasi dalam menjalankan pelayanan publik di tengah keterbatasan infrastruktur membuat para PPPK harus mempertaruhkan keselamatan setiap hari.
Ia berharap Pemkab Kukar dapat mengevaluasi sistem penempatan pegawai sekaligus mempercepat perbaikan infrastruktur jalan menuju wilayah pelosok yang hingga kini masih menjadi persoalan. Selain itu, jaminan keselamatan kerja dan perlindungan sosial bagi PPPK dinilai perlu diperkuat.
Diketahui, insiden serupa terjadi di Kecamatan Marangkayu, Kota Bangun, dan Batuah. Kecelakaan tersebut umumnya disebabkan kondisi jalan yang tidak memadai.
Kejadian terbaru menimpa seorang tenaga medis di Rumah Sakit Dayaku Raja, Kota Bangun. Korban yang mengendarai sepeda motor jenis Honda Scoopy terjatuh di sekitar persimpangan menuju Melak saat hendak berangkat atau pulang kerja.
Korban terjatuh setelah menabrak lubang di jalan pada Rabu (8/4/2026). Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka jahitan di bagian dahi.
Rangkaian kecelakaan ini menjadi sorotan para pekerja yang kerap melintasi jalur poros Kukar. Peristiwa tersebut dinilai perlu menjadi perhatian serius pihak terkait untuk segera memperbaiki jalan berlubang serta membersihkan material kerikil guna mencegah bertambahnya korban.
Editor: Erwin