Dalam diskusi terkait layanan Call Center 112, terungkap bahwa masyarakat masih lebih dominan menghubungi nomor kontak langsung unit Damkar dibandingkan jalur layanan terpadu tersebut.
Kepala Dinas Damkar, Fida Hurasani, menyampaikan bahwa fenomena ini dipengaruhi oleh kondisi di lapangan, khususnya terkait kecepatan penanganan.
Menurutnya, meskipun Call Center 112 yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Kartanegara tetap beroperasi, alur birokrasi dalam pelaporan kerap memerlukan waktu lebih lama dibandingkan koordinasi langsung dengan petugas di lapangan.
“Bukan bermaksud menjustifikasi 112 tidak bagus, tapi ini bicara soal kecepatan. Jika lewat 112, operator harus melansir kembali ke OPD terkait. Tapi jika masyarakat langsung menghubungi nomor piket Damkar, petugas langsung berteriak ‘berangkat’ saat itu juga,” jelas, Fida, Senin (6/4/2026).
Ia menambahkan, nomor kontak langsung Damkar, khususnya melalui WhatsApp, kini menjadi primadona karena fitur berbagi lokasi (share loc). Hal ini memangkas waktu tanya jawab mengenai alamat yang sering kali sulit dijelaskan secara lisan saat kondisi panik.
“Kami bahkan punya jargon di unit rescue yakni Serlok. Artinya, semudah itulah layanan Damkar. Cukup anda share lokasi, kami datang. Tidak banyak tanya lagi karena titik koordinat sudah jelas,” tambahnya.
Meski demikian, pihak Damkar menegaskan Call Center 112 tetap menerima laporan, terutama dari warga yang belum memiliki nomor kontak langsung petugas di wilayahnya. Hanya saja, intensitas aduan ke 112 diakui tidak sebanyak jalur mandiri yang dikelola Damkar.
“Telepon di kantor kami berdering pagi, siang, malam, hingga dini hari. Masyarakat sudah sangat terbiasa langsung ke sumbernya. Ini masalah efektivitas waktu dalam kondisi darurat,” ucapnya.
Kata dia, di tengah tingginya kepercayaan masyarakat, Damkar Matan Kukar terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai rencana pelatihan tahun ini. Namun, pihak dinas masih memantau perkembangan anggaran daerah, mengingat potensi rasionalisasi yang bisa berdampak pada program-program penguatan kapasitas personel di lapangan.
“Saya tegaskan Call Center 112 maupun laporan langsung ke Damkar Matan tetap penting, masyarakat boleh saja menggunakan layanan tersebut kami akan terima,” tutupnya.
Editor: Erwin