Upaya ini membuat Desa Kersik meraih predikat Sasana Jagadita dan menjadi contoh desa sadar hukum di tingkat nasional.
Kepala Desa Kersik, Jumadi, menyatakan bahwa kunci utama keamanan desa terletak pada koordinasi aktif dengan pihak kepolisian dan TNI melalui Babinsa serta Bhabinkamtibmas.
“Kami selalu bersurat atau Polsek menurunkan surat perintah tugas (sprint) saat ada keramaian untuk memantau indikasi kriminalitas. Komunikasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas sangat membantu kami dalam menjaga situasi kamtibmas,” kata Jumadi, Minggu (5/4/2026).
Ia menjelaskan, selain faktor pengamanan formal, karakter masyarakat asli Desa Kersik menjadi benteng alami. Budaya anak muda setempat yang tidak suka memancing keributan membuat perkelahian antar-kelompok atau pencurian sangat jarang terjadi.
Pemerintah desa juga menyadari, kriminalitas sering dipicu oleh pengangguran. Oleh karena itu, potensi wisata Pantai Kersik dimanfaatkan sebagai lapangan kerja baru di wilayah tersebut.
“Kami mendahulukan masyarakat lokal untuk proyek desa (DDA) dan peluang kerja di koperasi. Saat anak muda punya kesibukan dan penghasilan, mereka tidak lagi memikirkan hal-hal negatif atau kriminal,” ungkapnya.
Fasilitas seperti internet gratis di area publik juga disediakan agar waktu senggang pemuda terisi dengan kegiatan digital yang positif.
Jumadi mengungkapkan, komitmen Desa ini dalam penegakan hukum secara kekeluargaan diakui di tingkat nasional dan berhasil meraih Paralegal Justice Award pada 2023 lalu dari Kemenkumham Republik Indonesia (RI) dan Kejaksaan Agung.
“Saya selaku Kades sendiri dianugerahi gelar Non-Litigation Peacemaker (NLP) dan Desa Kersik menyandang predikat Desa Sasana Jagadita,” ucapnya.
Kata dia, predikat ini diberikan kepada desa yang dinilai sadar hukum dan siap menerima investasi karena keamanannya yang terjamin.
“Sebagai Hakim Perdamaian Desa kami bertindak sebagai mediator. Ada langkah-langkah mulai dari identifikasi masalah hingga mencari jalan tengah secara kekeluargaan sebelum masuk ke ranah hukum atau pengadilan,” jelasnya.
Dengan minimnya permasalahan warga yang sampai ke jalur hukum, Desa Kersik membuktikan harmoni bisa diciptakan melalui kepemimpinan yang solutif dan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga nama baik desa.
“Saya berpesan kepada semua para pemuda dan masyarakat Kersik untuk tetap menjaga budaya positif ini,” tutupnya.
Editor: Erwin