Bupati Aulia Rahman Basri, Sekretaris Daerah Sunggono jajaran pejabat Pemkab Kukar, unsur muspika, tokoh alim ulama, tokoh masyarakat, serta penggagas Safari Subuh Kukar Edi Damansyah yang merupakan bupati periode sebelumnya hadir pada acara ini.
Aulia menegaskan pentingnya konsistensi dalam menjalankan kegiatan Safari Subuh sebagai bagian dari pembinaan karakter aparatur pemerintah dan mengungkapkan program ini merupakan amanah yang terus ditekankan oleh Edi Damansyah. “Beliau selalu menitipkan agar kegiatan Safari Subuh ini terus dijalankan secara konsisten,” kata Aulia.
Menjadi aparatur pemerintah menurutnya tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan dan kemampuan teknis semata. Menurutnya, yang paling utama adalah memiliki akhlak mulia.
“Cari orang pintar itu mudah, cari orang hebat juga mudah tapi yang terpenting adalah menjadi pribadi yang berakhlakul karimah. Tidak hanya baik di depan pimpinan, tetapi benar-benar tercermin dalam keseharian, biar nya pintar biarnya hebat tapi ndik pernah mau umpat safari subuh ndik usah dijadikan pejabat, begitu pesan Pak Edi,” tegasnya.
Komitmen mengikuti kegiatan keagamaan seperti Safari Subuh menjadi indikator penting dalam menilai integritas seorang pejabat. Aulia juga mengapresiasi perkembangan Pondok Pesantren Baitul Izza yang dinilainya sangat pesat. Ia mengaku terkesan dengan pembangunan fasilitas pesantren yang mampu diselesaikan dengan anggaran terbatas.
“Ini luar biasa. Dengan anggaran terbatas bisa terbangun sebesar ini. Ini bisa jadi contoh, bahkan bagi jajaran teknis seperti Dinas PU,” sebutnya.
Pesantren di Kukar baik dari LDII, NU maupun Muhammadiyah didorong untuk turut mencetak sumber daya manusia di bidang teknik, seperti sipil dan arsitektur. Menurutnya, hal ini dapat membuka peluang lahirnya kontraktor lokal berbasis pesantren yang kompeten dan berdaya saing.
“Bisa didorong untuk kerja sama, bahkan membuat semacam pendidikan atau sertifikasi bagi calon kontraktor di Kukar,” jelas Aulia.
Dalam kesempatan tersebut, Aulia juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan seperti LDII, NU, Muhammadiyah, serta Dewan Masjid Indonesia Kukar yang turut hadir dan mendukung kegiatan tersebut.
Dalam momentum bulan Syawal Aulia menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Kukar.
“Kami atas nama pribadi, keluarga, dan pemerintah daerah mengucapkan minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga semangat saling memaafkan ini semakin memperkuat ukhuwah Islamiyah dan persatuan kita,” papar Aulia.
Pemkab Kukar untuk melanjutkan program Safari Subuh sebagai warisan positif dari kepemimpinan sebelumnya. “Kami adalah pewaris yang Insyaallah akan istiqomah menjalankan kegiatan ini demi keberkahan dan kemajuan Kabupaten Kutai Kartanegara,” tutup Aulia.
Editor: Aspian Nur